TVRINews, Bandung Barat
Hamparan eceng gondok yang menutupi permukaan Waduk Saguling di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, terus meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, aktivitas masyarakat, hingga operasional pembangkit listrik tenaga air.
Berdasarkan pemetaan terbaru, dari total luas Waduk Saguling sekitar 5.000 hektare, sekitar 120 hektare di antaranya kini tertutup eceng gondok yang tersebar di sedikitnya tujuh titik, termasuk di Desa Rancapanggung. Kondisi ini telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir.
Keberadaan gulma air tersebut dikeluhkan warga karena memicu peningkatan populasi nyamuk serta mengganggu aktivitas perikanan budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Menanggapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Indonesia Power, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat melakukan upaya pembersihan eceng gondok secara bertahap. Proses pengangkatan dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat untuk mempercepat penanganan di sejumlah titik.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, pembersihan tahap awal difokuskan di kawasan Jembatan Ciminyak, Desa Rancapanggung, yang menjadi salah satu lokasi dengan sebaran eceng gondok terpadat.
"Penanganan awal kita fokuskan di titik yang paling parah agar dampaknya bisa segera dikurangi dan akses perairan kembali terbuka," ujar Jeje.
Dalam proses pembersihan tersebut, petugas menerjunkan dua unit alat berat serta empat perahu ponton untuk mengangkut gulma air dari permukaan waduk.
Sementara itu, Manager Administrasi Indonesia Power UBP Saguling, Huta Rianto, menjelaskan bahwa keberadaan eceng gondok tidak hanya berdampak pada lingkungan dan masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga air.
Menurutnya, sebaran eceng gondok yang mencapai sekitar 120 hektare berpotensi menghambat kinerja pembangkit dengan kapasitas sekitar 700 megawatt yang menyuplai sistem kelistrikan Jawa dan Bali.
"Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengganggu proses operasional pembangkit dan berpengaruh pada keandalan pasokan listrik," ujar Huta.
Pemerintah menargetkan pembersihan eceng gondok di Waduk Saguling dapat diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Selain menjaga fungsi waduk, upaya ini diharapkan dapat memulihkan aktivitas perikanan, memperbaiki kualitas air, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat meningkatnya populasi nyamuk di kawasan sekitar.










