TVRINews, Cirebon
Limbah kulit singkong yang selama ini kerap diabaikan dan dibuang begitu saja, berhasil diolah menjadi inovasi alat pemadam kebakaran berteknologi canggih. Penemu asal Cirebon, Aryanto Misel, menciptakan produk pemadam api berbentuk bola bernama Annaro Fire Stop yang diklaim mampu memadamkan kobaran api hanya dalam hitungan detik.
Teknologi pemadam api berbahan ekstrak kulit singkong ini sejatinya telah dirintis dan dikembangkan oleh Aryanto sejak awal tahun 2000-an. Namun, inovasi lokal tersebut kini kembali memicu perhatian publik seiring maraknya isu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam penerapannya, produk ini dikemas secara praktis berbentuk bola dan dibalut stirofoam. Annaro Fire Stop memanfaatkan kandungan senyawa asam sitrat/potasium sitrat yang terkandung di dalam ekstrak kulit singkong untuk memutus siklus pembakaran.
Mekanisme kerjanya cukup sederhana dan aman bagi pengguna. Saat bola dilemparkan langsung ke titik pusat api, wadah luar akan pecah dan memicu sumbu di dalamnya. Reaksi tersebut seketika melepaskan serbuk pemadam ke udara yang dengan cepat memutus rantai reaksi kimia pembakaran hingga api padam seketika.

"Inovasi ini memanfaatkan kandungan organik ekstrak kulit singkong yang mampu menghentikan api secara cepat. Selain model bola lemparkan, kami juga menyediakannya dalam bentuk tabung mengggunakan gas nitrogen bertekanan tinggi untuk menambah daya jangkau dan daya tekan semprotan," ujar Aryanto Misel, Jumat, 4 September 2026.
Aryanto menambahkan bahwa formulasi temuan produknya telah mengantongi berbagai dukungan serta pengakuan dari sejumlah pihak. Bahkan, alat pemadam ini telah diproduksi hingga seribu unit lebih untuk memenuhi pesanan dan permintaan pembeli di berbagai daerah.










