TVRINews, Karawang
Pesisir Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali ditemukan material hitam pekat yang diduga merupakan minyak mentah. Material tersebut terlihat menumpuk di sepanjang garis pantai setelah terbawa gelombang laut.
Kemunculan material hitam tersebut membuat masyarakat pesisir dan nelayan resah. Selain mengotori lingkungan, material yang bersifat lengket dikhawatirkan merusak jaring dan peralatan yang digunakan nelayan saat melaut.
Warga menyebut material tersebut kembali muncul dan hampir merata di sepanjang pesisir setelah gelombang laut tinggi. Hingga kini, asal-usul material hitam yang diduga minyak tersebut belum diketahui.
Salah seorang warga, Ahmad Syafi'i, mengatakan material tersebut memiliki karakteristik menyerupai minyak dan sulit dibersihkan apabila menempel pada peralatan nelayan.
“Kalau dalam bahasa kita, kita namakan oil spill karena bentuknya seperti minyak. Ini limbah-limbah minyak. Kalau untuk nelayan, ketika sedang melaut dan menabur jaring, kalau material ini menempel, susah untuk dibersihkan, walaupun dengan deterjen,” ujar Ahmad, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.
Kemunculan material tersebut mengingatkan warga terhadap peristiwa serupa yang pernah terjadi pada 2019. Warga meminta pemerintah dan pihak terkait segera melakukan investigasi untuk mengetahui sumber material sekaligus mencegah potensi kerusakan ekosistem pesisir.
Hingga saat ini, belum terdapat kepastian mengenai jenis maupun sumber material hitam yang ditemukan di pesisir tersebut. Karena itu, penyebutan sebagai minyak mentah masih bersifat dugaan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.










