TVRINews, Cimahi
Polres Cimahi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat memusnahkan ribuan barang bukti hasil penindakan. Barang bukti yang dimusnahkan antara lain 5.770 knalpot yang tidak sesuai spesifikasi dan 15 ribu botol minuman keras.
Pemusnahan dilakukan dengan cara digilas menggunakan mobil stum. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, pengadilan, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Cimahi AKBP M Faruk Rozi mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bentuk akuntabilitas sekaligus komitmen aparat dalam menindak peredaran narkoba, minuman keras, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi.
“Ini adalah kegiatan gabungan antara Forkopimda, baik itu pemerintah kota, pemerintah kabupaten, kemudian TNI, kejaksaan, pengadilan, dan BNN. Ini adalah bentuk kegiatan kolaboratif dan bentuk akuntabilitas tugas kami,” ujar Faruk, Rabu, 2 September 2026.
Faruk juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi, maupun tindak kejahatan lainnya. Ia memastikan jajaran Polres Cimahi akan menindaklanjuti setiap laporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung upaya pemberantasan peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang. Ia meminta para penjual menghentikan aktivitas tersebut karena operasi gabungan akan terus dilakukan.
“Kalau perlu kami sampaikan kepada penjual-penjual, tolong hentikan kegiatan ini dan tidak usah dilanjutkan, karena secara terus-menerus operasi ini akan tetap dilakukan,” kata Ngatiyana.
Penindakan terhadap peredaran minuman keras dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi akan terus dilakukan. Masyarakat juga diminta turut berperan dengan melaporkan pelanggaran yang ditemukan di lingkungan masing-masing.









