TVRINews, Bandung
Ajang lari di Kota Bandung kembali mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 yang digelar di Kota Bandung, Sabtu, 19 September 2026.
Antusiasme peserta sudah terlihat sejak pagi. Ribuan pelari mengikuti kategori 10 kilometer dengan melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Bandung sebelum mencapai garis finis di kawasan Balai Kota Bandung.
Tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari menjadi salah satu pertimbangan penyelenggara untuk mengembangkan kategori lomba pada pelaksanaan mendatang.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan penambahan jarak lomba, termasuk kategori maraton penuh sejauh 42 kilometer.
Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan kenyamanan masyarakat Kota Bandung. Penyelenggaraan maraton penuh membutuhkan rute yang lebih panjang serta penggunaan ruas jalan dalam cakupan yang lebih luas.
“Karena kalau 42 kilometer, rutenya harus memutar Bandung lebih banyak lagi. Jadi kita juga ngelihat kenyamanan warga Bandung. Kayaknya kita masih sampai dengan half marathon,” ujar Puspita.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai pelaksanaan hari pertama Pocari Sweat Run 2026 secara umum berjalan lancar.
Menurut Farhan, masih terdapat sejumlah evaluasi minor, terutama terkait pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan garis finis. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum kembali normal sekitar pukul 06.30 WIB.
Farhan mengatakan, penahanan arus lalu lintas di sejumlah titik juga relatif singkat, yakni tidak lebih dari sekitar tiga menit.
Pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari di Kota Bandung. Di sisi lain, penyelenggaraan ajang berskala besar tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan peserta, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan aktivitas masyarakat.










