TVRINews, Kabupaten Bogor
Pemerintah pusat mendorong pengelolaan timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sumber energi.
Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan fasilitas pirolisis di kawasan TPAS Galuga pada Kamis, 17 September 2026.
Kedua fasilitas tersebut akan memiliki fungsi berbeda. PSEL dirancang untuk mengolah sampah baru yang masuk ke kawasan Galuga menjadi energi listrik. Sementara itu, fasilitas pirolisis akan menangani timbunan sampah lama, terutama material plastik, untuk diolah menjadi bahan bakar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan pengelolaan sampah menjadi energi merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Zulkifli, timbunan sampah lama di Galuga akan ditangani menggunakan teknologi pirolisis dengan kapasitas awal sekitar 1.000 ton per hari. Adapun sampah baru yang masuk akan diproses melalui fasilitas PSEL.
"Jadi yang lama dikerjakan, yang baru juga dikerjakan. Jadi pengelolaan sampah menjadi energi, pengelolaan sampah menjadi energi listrik, ini saling melengkapi," ujar Zulkifli, dikutip Jumat, 18 September 2026.
Pembangunan fasilitas pirolisis ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut fasilitas tahap awal dibangun di atas lahan sekitar lima hektare dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari.
Dari kapasitas tersebut, fasilitas pirolisis diproyeksikan menghasilkan bahan bakar solar dalam kisaran puluhan kiloliter per hari. Sampah yang masuk akan melalui proses pemilahan, termasuk material plastik yang selanjutnya diolah menjadi bahan bakar.
Maruli menerangkan bahwa pengelolaan fasilitas pada tahap awal direncanakan menggunakan skema business to business (B-to-B). Skema tersebut masih dapat dikembangkan berdasarkan hasil uji kelayakan dan perkembangan proyek.
Selain fasilitas pirolisis, pembangunan PSEL Bogor Raya 1 juga dimulai di kawasan Galuga. Proyek ini menjadi bagian dari pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang diprioritaskan pemerintah di wilayah dengan kondisi persampahan darurat.
Kepala Bappisus, Aris Marsudiyanto mengatakan pemerintah terus mencari terobosan untuk mengatasi persoalan sampah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menurut Aris, pengolahan sampah menjadi energi maupun produk bernilai guna merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan sampah sekaligus mengurangi persoalan timbunan.
"Nah, setiap saat, ya, seluruh K/L berkoordinasi mencari terobosan inovatif, ya, kreativitas, yang sudah berpuluh-puluh tahun masalah sampah ini menggunung terus. Dan alhamdulillah, sekarang sampah bisa dikelola menjadi energi, bisa dikelola menjadi solar dan lain sebagainya," imbuh Aris.
Pemerintah juga berencana mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi di sejumlah wilayah lainnya. Peletakan batu pertama pembangunan PSEL ditargetkan mencapai 24 titik hingga 2027.
Pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Galuga diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Proyek tersebut juga diarahkan untuk menangani persoalan persampahan di kawasan Bogor Raya secara bertahap, dengan mengolah sampah lama dan sampah baru melalui teknologi yang berbeda.










