TVRINews, Karawang
Perum BULOG mempercepat penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui program Bantuan Pangan Beras di sejumlah wilayah Jawa Barat. Penyaluran dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi musim paceklik dan kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meninjau langsung penyaluran bantuan pangan beras di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jumat (18/9/2026).
Saan Mustopa mengatakan, bantuan pangan menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial pemerintah untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat, terutama di tengah kondisi cuaca berkepanjangan dan musim paceklik.
“Bantuan pangan ini merupakan salah satu stimulus dan bentuk perhatian kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca yang berkepanjangan dan musim paceklik,” ujar Saan.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Pemerintah juga memperpanjang program tersebut untuk alokasi Oktober hingga Desember 2026.
Saan meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan penyaluran agar bantuan diterima masyarakat yang berhak. Pengawasan dapat melibatkan unsur kewilayahan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pihaknya terus mempercepat distribusi sekaligus melakukan verifikasi data penerima bantuan.
“BULOG terus memastikan pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Bantuan pangan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan,” kata Ahmad Rizal.
Berdasarkan data operasional per 16 September 2026, program Bantuan Pangan Beras di Jawa Barat menyasar 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP), dengan total alokasi mencapai 181.186,53 ton beras.
Untuk Kabupaten Karawang, kuota bantuan mencapai 7.491,75 ton yang diperuntukkan bagi 249.725 PBP.
Hingga saat ini, penyaluran alokasi Februari-Maret di Jawa Barat telah rampung 100 persen. Sedangkan untuk alokasi Juli-September, realisasi penyaluran mencapai 61,98 persen.
Di sisi lain, BULOG juga terus menyerap gabah dan beras produksi petani dalam negeri untuk menjaga ketersediaan stok.
Hingga pertengahan September 2026, pengadaan beras dalam negeri telah mencapai 641.343 ton atau sekitar 92,35 persen dari target tahunan sebesar 694.432 ton.
Sementara itu, total stok fisik Cadangan Beras Pemerintah yang tersimpan di gudang BULOG mencapai 678.068 ton.










