TVRINews, Kab. Bandung
Menikmati matahari terbit dari ketinggian menjadi pengalaman tersendiri bagi para pencinta wisata alam. Di kawasan Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, terdapat satu destinasi yang menawarkan panorama fajar dengan latar danau vulkanik, pegunungan, hingga hamparan awan, yakni Sunan Ibu Sunrise Point.
Berada di lereng Gunung Patuha, Sunan Ibu menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk menyaksikan detik-detik matahari muncul dari balik pegunungan Bandung Selatan.
Dari ketinggian tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan Kawah Putih yang terkenal dengan warna airnya yang dapat berubah mengikuti kondisi alam. Saat cuaca cerah, panorama danau vulkanik berpadu dengan lautan awan dan hamparan perkebunan teh menciptakan pemandangan yang memukau.
Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus memulai perjalanan sejak dini hari. Setelah tiba di kawasan Kawah Putih, pengunjung melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan khusus menuju area awal pendakian, kemudian berjalan kaki sekitar 15 hingga 20 menit melalui jalur trekking yang cukup mudah dilalui.
Meski harus menempuh perjalanan sebelum matahari terbit, suasana alam dan panorama dari puncak Sunan Ibu menjadi daya tarik yang membuat wisatawan rela datang sejak pagi buta.
Pengelola kawasan Kawah Putih, Bella Barokah, mengatakan Sunan Ibu memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan sudut pandang berbeda terhadap keindahan Kawah Putih.
“Dari Sunan Ibu, pengunjung bisa menikmati momen matahari terbit dengan panorama Kawah Putih dari ketinggian. Saat cuaca mendukung, hamparan awan dan lanskap pegunungan menjadi daya tarik utama yang sulit ditemukan di tempat lain,” ujar Bella.
Selain menjadi tempat menikmati sunrise, Sunan Ibu juga banyak diminati oleh para penggemar fotografi alam. Kondisi kawasan yang minim polusi cahaya membuat lokasi ini kerap dimanfaatkan untuk mengabadikan langit malam, termasuk fenomena bintang dan galaksi Bima Sakti.
Salah seorang pengunjung, Rendi (26), mengaku sengaja datang dari Jakarta untuk merasakan pengalaman menikmati matahari terbit di kawasan tersebut.
“Sengaja datang dari Jakarta ke Bandung untuk melihat sunrise. Perjalanannya cukup menantang karena harus trekking terlebih dahulu, tetapi pemandangan yang didapat sangat sepadan,” ujar Rendi.
Udara pegunungan yang sejuk, kawasan hutan cantigi, serta panorama perkebunan teh Rancabali menjadi bagian dari pengalaman wisata di kawasan Sunan Ibu.
Setelah menikmati matahari terbit, wisatawan juga dapat mengunjungi sejumlah destinasi lain di sekitar Kawah Putih, seperti kawasan hutan cantigi, jembatan ponton, hingga Ranca Upas yang berada tidak jauh dari lokasi.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, ketika peluang mendapatkan cuaca cerah lebih besar. Pengunjung juga disarankan membawa jaket hangat, menggunakan alas kaki yang nyaman, serta membawa penerangan tambahan untuk perjalanan trekking sebelum fajar.
Dengan perpaduan panorama alam, udara pegunungan, dan pengalaman melihat matahari terbit dari ketinggian, Sunan Ibu Sunrise Point menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam di Ciwidey yang menawarkan cara berbeda menikmati pesona Kawah Putih.









