TVRINews, Tasikmalaya
Sejumlah organisasi dan asosiasi dunia usaha di Kota Tasikmalaya memperkuat konsolidasi menjelang pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya.
Konsolidasi lintas sektor tersebut ditandai dengan deklarasi dukungan kepada Karim untuk memimpin Kadin Kota Tasikmalaya. Dukungan datang dari sejumlah organisasi yang menilai diperlukan kepemimpinan Kadin yang mampu mengakomodasi kepentingan pelaku usaha di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Enam organisasi dan asosiasi dunia usaha yang terlibat dalam konsolidasi tersebut antara lain Gapeksindo, Gapensi, HIPMI, IWAPI, AKLI, dan PHRI.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk menyatukan langkah sekaligus membangun komunikasi menghadapi tahapan pemilihan Ketua Kadin Kota Tasikmalaya.
Ketua Gapeksindo Kota Tasikmalaya, Asep Budi Pramono, mengatakan Karim merupakan salah satu tokoh muda yang dinilai memiliki potensi untuk memimpin Kadin Kota Tasikmalaya.
“Insyaallah Pak Karim itu tokoh muda potensial. Kami semua dari asosiasi pengusaha ada HIPMI, Gapeksindo, Gapensi, Gapsi, Himpunan Pengusaha Kosgoro 57 dan lain sebagainya siap memenangkannya,” kata Asep, Selasa, 8 September 2026.
Asep menyebut dukungan yang telah terkonsolidasi sementara mencapai sekitar 90 voter. Namun, jumlah tersebut masih harus melalui proses verifikasi oleh Kadin Jawa Barat.
“Dukungan yang sudah terkonsolidasi sementara ini sekitar 90 voter. Tetapi tentunya masih harus melalui proses verifikasi dari Kadin Jawa Barat,”jelasnya.
Menurut Asep, dukungan dari berbagai organisasi dan asosiasi tersebut menjadi modal dalam menghadapi tahapan pemilihan. Konsolidasi lintas sektor juga dinilai menunjukkan adanya kesamaan kepentingan dalam mendorong dunia usaha agar semakin berkembang.
Sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian dalam konsolidasi tersebut, mulai dari penguatan dunia usaha lokal, perluasan akses pasar, peningkatan investasi, kemudahan berusaha, hingga kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah.
Pelaku usaha di daerah dinilai menghadapi tantangan yang saling berkaitan. Karena itu, Kadin diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga mampu menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Karim: Kadin Harus Jadi Rumah Bersama
Karim mengatakan pemilihan Ketua Kadin Kota Tasikmalaya seharusnya tidak hanya berorientasi pada perebutan posisi kepemimpinan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi bagian dari upaya membangun konsolidasi dunia usaha yang lebih kuat.
“Kadin harus menjadi rumah bersama bagi seluruh sektor usaha. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya dukungan menjelang pemilihan, tetapi juga komitmen untuk bekerja bersama setelah proses pemilihan selesai,”ungkap Karim.
Karim menilai kekuatan Kadin ke depan ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam mempertemukan berbagai kepentingan pelaku usaha dari beragam sektor.
Pelaku usaha membutuhkan ruang komunikasi bersama untuk membahas persoalan yang dihadapi sekaligus mencari peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Konsolidasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu penanda mulai menguatnya dukungan terhadap Karim menjelang pemilihan Ketua Kadin Kota Tasikmalaya. Meski memiliki basis dan kepentingan sektor yang berbeda, organisasi dan asosiasi yang terlibat memiliki kepentingan bersama untuk mendorong iklim usaha yang lebih baik di Kota Tasikmalaya.
Kadin Kota Tasikmalaya ke depan juga diharapkan mampu memperluas kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keuangan, investor, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, persoalan dunia usaha dapat dibahas secara lebih terintegrasi dan menghasilkan solusi yang memberikan dampak bagi pelaku usaha di daerah.
Menjelang pemilihan, komunikasi antarorganisasi akan terus dilakukan. Para pihak yang terlibat berharap proses pemilihan Ketua Kadin Kota Tasikmalaya berjalan demokratis dan kondusif serta mengedepankan gagasan mengenai arah dunia usaha di masa mendatang.
Kontestasi Ketua Kadin Kota Tasikmalaya pun tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menentukan arah konsolidasi dan peran dunia usaha daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.










