TVRINews, Kab. Banjar
Berada di titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tepatnya di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, tidak berdampak pada pelayanan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Kepala Seksi Humas dan Informasi RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto, mengatakan layanan rawat jalan dan rawat inap tetap berjalan normal.
Sebagai langkah antisipasi dini terhadap dampak kabut asap, pihak rumah sakit secara proaktif membagikan masker kepada para pasien serta keluarga yang mendampingi di lingkungan rumah sakit.
Selain itu, sebagai bentuk kesiagaan, RSJ Sambang Lihum telah membentuk tim khusus siaga karhutla yang berjaga selama 24 jam. Tim tersebut berkoordinasi aktif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim kesehatan karhutla di Posko 4 yang berada di area RSJ Sambang Lihum.
Kepala Seksi Humas dan Informasi RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto, mengatakan hingga saat ini tidak ada kendala maupun keluhan yang berarti.
“Alhamdulillah, sampai saat ini masih aman. Kami juga terus berkoordinasi terkait tim karhutla sesuai arahan maupun edaran dari Gubernur. Ada dua edaran, pertama mengenai karhutla dan kedua mengenai pengaturan jam kerja yang kami sesuaikan. Namun, yang pasti, pelayanan kesehatan tetap kami laksanakan seperti jadwal sebelumnya. Kami juga sudah menyiapkan tim pemadam kebakaran. Ini memang sudah menjadi agenda setiap tahun dan biasanya berada di bawah koordinasi bidang penunjang medik,” terangnya, Jumat, 4 September 2026.
Sebagai bentuk kepedulian dan antisipasi dampak karhutla, RSJ Sambang Lihum juga berencana membagikan masker kepada pengguna Jalan Gubernur Syarkawi yang menjadi salah satu titik rawan kebakaran hutan dan lahan.
Langkah antisipatif dan kesiapsiagaan berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan masyarakat luas di tengah tantangan bencana musim kemarau.










