TVRINews, Bandung
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun jembatan permanen di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, sebagai pengganti jembatan gantung yang ambruk sesaat setelah diresmikan pada Minggu, 30 Agustus 2026 lalu.
Pembangunan jembatan tersebut diambil alih oleh Pemprov Jabar guna memastikan akses penghubung warga kembali tersedia dengan konstruksi yang lebih kuat dan memiliki kapasitas lebih besar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, jembatan permanen dirancang agar tidak hanya dilalui pejalan kaki, tetapi juga kendaraan yang mengangkut hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga kelautan.
“Kami segera membangun jembatan permanen sehingga bisa dilewati banyak orang, mobil, bisa angkut hasil pertanian, peternakan, perikanan, kelautan,” ujar Dedi Mulyadi kutip Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, proyek tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2027. Kehadiran jembatan permanen diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Pangandaran.
Dedi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas umum yang nantinya dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan tidak digunakan untuk kegiatan yang membahayakan keselamatan, seperti balapan.
Insiden ambruknya jembatan gantung terjadi pada Minggu, 30 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, hanya beberapa saat setelah prosesi peresmian. Saat kejadian, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga tengah berada di atas bentang jembatan.
Struktur jembatan dilaporkan melengkung ke bawah sebelum akhirnya ambruk, sehingga memicu kepanikan warga yang berada di lokasi.
Dedi Mulyadi menegaskan jembatan yang ambruk tersebut bukan merupakan proyek pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meski demikian, Pemprov memutuskan menanggung penuh pembangunan jembatan pengganti karena mempertimbangkan keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran serta pentingnya akses tersebut bagi masyarakat.










