TVRINews, Bandung
Lebih dari 2.000 pesilat dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional Pencak Silat Bandung Open Tournament 2026.
Mengusung tema “Spirit to the Olympics”, kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pencak silat agar semakin dikenal dan mendapat tempat di panggung olahraga dunia, termasuk Olimpiade.
Ribuan pesilat memadati GOR Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, untuk mengikuti pertandingan yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026.
Para peserta datang dari berbagai penjuru tanah air serta sejumlah negara. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat dan atlet terhadap perkembangan olahraga pencak silat.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia atau PB IPSI, Abdul Karim Aljufri, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam Bandung Open Tournament 2026.
Menurut Abdul Karim, kehadiran ribuan pesilat menjadi bukti bahwa pencak silat masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus menjadi sinyal positif bagi pembinaan dan regenerasi atlet.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta. Lebih dari dua ribu pesilat hadir, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini menunjukkan bahwa pencak silat memiliki potensi yang sangat besar dan tetap mendapat tempat di masyarakat," kata Abdul Karim, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.
Tema “Spirit to the Olympics” juga menjadi penegasan ambisi PB IPSI bersama pemerintah untuk membawa pencak silat semakin dekat dengan panggung Olimpiade.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pembinaan atlet, diplomasi internasional, serta membangun dukungan dari berbagai negara agar pencak silat semakin kuat dan diterima sebagai cabang olahraga di tingkat global.
“Spirit to the Olympics ini adalah semangat kita bersama untuk membawa pencak silat ke Olimpiade. Tentunya diperlukan dukungan dari berbagai negara dan upaya diplomasi internasional agar pencak silat semakin kuat dan diterima secara global," ujarnya.
Bagi pencak silat Kota Bandung, Bandung Open Tournament 2026 juga menjadi momentum penting untuk mengukur kemampuan para atlet dalam menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi, menilai kejuaraan ini memberikan kesempatan bagi para pesilat untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menghadapi lawan dengan tingkat persaingan yang kompetitif.
“Bandung Open ini menjadi momentum yang sangat baik bagi atlet-atlet kita untuk mengukur kemampuan. Mereka bisa bertemu dengan lawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri, sehingga pengalaman dan mental bertanding mereka semakin terbentuk," katanya.
Nuryadi menambahkan, kompetisi dengan persaingan yang tinggi sangat penting dalam proses pembinaan atlet, khususnya untuk mempersiapkan pesilat menghadapi kejuaraan di level yang lebih tinggi.
“Kami berharap dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet potensial yang nantinya bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Ini bagian dari proses pembinaan yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan," imbuhnya.
Bandung Open Tournament 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa pencak silat terus berkembang dan mendapatkan perhatian luas dari masyarakat.
Melalui kompetisi seperti ini, diharapkan lahir atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia sekaligus memperkuat langkah pencak silat menuju panggung olahraga internasional.










