TVRINews - Karawang
Kemunculan material berwarna hitam yang menyerupai ceceran minyak mentah di pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai berdampak terhadap aktivitas nelayan.
Sejumlah nelayan mengaku hasil tangkapan ikan dan rajungan menurun drastis dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, sumber dan jenis material hitam tersebut hingga kini masih dalam penelusuran.
Kondisi tersebut dikeluhkan para nelayan di Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Material hitam yang menyerupai ceceran minyak mentah ditemukan di sejumlah perairan yang menjadi wilayah tangkap nelayan.
Para nelayan menyebut, kondisi perairan tersebut mulai memengaruhi hasil tangkapan mereka. Jika sebelumnya dapat membawa pulang puluhan kilogram ikan maupun rajungan, kini hasil yang diperoleh jauh lebih sedikit.
Salah seorang nelayan, Sura, mengaku penurunan hasil tangkapan bahkan mencapai sekitar 70 persen.
“Biasanya hasil tangkapan bisa sampai puluhan kilogram, sekarang jauh berkurang. Penurunannya kurang lebih sampai 70 persen," kata Sura, 29 Agustus 2026.
Menurut Sura, ikan dan rajungan yang sebelumnya relatif mudah ditemukan kini semakin sulit diperoleh. Kondisi tersebut membuat nelayan harus bekerja lebih lama atau mencari lokasi tangkapan yang lebih jauh untuk mendapatkan hasil laut.
“Sekarang ikan dan rajungan lebih susah didapat. Kami berharap kondisi seperti ini segera ditangani supaya nelayan bisa kembali melaut dan mendapatkan hasil seperti biasanya," ujarnya.
Para nelayan menduga kemunculan material hitam tersebut turut memengaruhi kondisi perairan dan berpengaruh terhadap keberadaan ikan serta rajungan.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Hingga kini, jenis maupun sumber material hitam yang menyerupai minyak mentah tersebut masih dalam penelusuran pihak terkait.
Nelayan berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan dan memastikan kandungan material tersebut. Mereka juga khawatir material terus meluas sehingga tidak hanya berdampak terhadap ekosistem perairan, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat pesisir.
Nelayan meminta penanganan segera dilakukan, sekaligus memastikan kondisi perairan aman bagi aktivitas melaut dan hasil tangkapan masyarakat.










