TVRINews, Cirebon
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggelar Sekolah Demokrasi Caruban Nagari sebagai upaya memperkuat pendidikan demokrasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam kehidupan berdemokrasi.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelajar tingkat sekolah menengah atas sederajat di Kabupaten Cirebon. Para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai nilai-nilai demokrasi, partisipasi masyarakat, serta peran generasi muda dalam kehidupan berdemokrasi.
Pembelajaran dalam Sekolah Demokrasi Caruban Nagari juga dikemas dengan mengadaptasi tahapan pemilu. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga melalui pengalaman dan praktik.
Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, mengatakan Sekolah Demokrasi Caruban Nagari dilatarbelakangi salah satunya oleh kondisi partisipasi masyarakat dalam pemilu dan pilkada di Kabupaten Cirebon.
“Di Pemilu, 81 persen angka partisipasi masyarakatnya. Di Pilkada, itu hanya di 59,49 persen. Dan kalau berbicara tentang konteks Pilkada, kita juga mengalami penurunan angka partisipasi masyarakat di Pilkada sebelumnya, dari Pilkada sebelumnya 63 persen,” ujar Esya, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Esya, program tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi tahapan pemilu yang akan datang. KPU Kabupaten Cirebon berharap pendidikan demokrasi dapat diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman dan kesadaran untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Sekolah Demokrasi Caruban Nagari ditargetkan menghasilkan 70 agen demokrasi di Kabupaten Cirebon yang tersebar di seluruh wilayah. Para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan dan nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.
Melalui program tersebut, KPU Kabupaten Cirebon mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki peran dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.










