TVRINews, Garut
Keluarga korban kapal Virgo Transport 8 asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus berdatangan ke posko yang didirikan Pemerintah Desa Situsaeur. Mereka masih menunggu kepastian terkait nasib anggota keluarga yang hingga kini belum ditemukan.
Sebanyak 23 warga Kabupaten Garut dilaporkan menjadi korban dalam insiden tenggelamnya kapal Virgo yang membawa 243 orang di perairan Jawa. Berdasarkan data yang dihimpun, dari 23 warga Garut tersebut, 11 orang telah ditemukan, dua orang meninggal dunia, dan 10 orang lainnya masih dalam pencarian.
Para korban merupakan pekerja atau anak buah kapal (ABK) dengan berbagai posisi, di antaranya sebagai petugas kebersihan dan penjaga kantin.
Sambil menunggu informasi lanjutan, keluarga korban tetap berdatangan dan menunggu di posko yang didirikan di pelataran masjid di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
Salah satunya Teten Arif Rahman, orang tua Salbi Al Ghifari yang hingga kini belum ditemukan. Teten mengaku terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada Sabtu malam. Ia justru pertama kali mengetahui kabar musibah tersebut dari pemberitaan di televisi.
Teten mengatakan anaknya baru sekitar satu setengah bulan bekerja sebagai kru kapal. Ia juga menyebut terdapat anggota keluarganya yang ikut bekerja di kapal tersebut dan hingga kini belum mendapatkan kabar.
“Belum dapat. Dua-duanya belum ada kabar. Masih dalam pencarian,” ujar Teten, Selasa, 15 September 2026.
Teten mengatakan komunikasi terakhir dengan anaknya terjadi saat Salbi berpamitan untuk berangkat menuju Banjarmasin. Sejak saat itu, keluarga belum kembali mendapatkan kabar mengenai keberadaannya.
Keluarga kini hanya berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. Teten juga berharap anaknya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Keluarga korban masih menunggu informasi terbaru dari proses pencarian sambil terus mendatangi posko yang menjadi tempat mendapatkan perkembangan informasi mengenai para korban.










