TVRINews, Bandung
Kebakaran melanda tumpukan sampah dan material bangunan di lahan seluas sekitar 2,2 hektare di kawasan Puncak Ciumbuleuit (Punclut), Kota Bandung, Senin, 14 September 2026, pada malam hari waktu setempat. Lokasi titik api yang berada di lereng curam menyulitkan petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPMKP) Kota Bandung menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.16 WIB dan langsung menuju lokasi. Petugas tiba sekitar 10 menit kemudian untuk melakukan upaya pemadaman.
Kepala UPT Damkar Kota Bandung Wilayah Utara, Asep Sudrajat, mengatakan kondisi medan yang curam dan minim penerangan menjadi kendala dalam proses pemadaman. Petugas belum dapat menurunkan seluruh personel ke bagian bawah lereng karena mempertimbangkan risiko pergeseran tanah dan longsor.
“Untuk kesulitan, kami sekarang masih belum bisa merekomendasikan anggota untuk turun, karena tingkat kecuramannya dan juga penerangan yang kurang. Jadi kami sekarang masih dalam tahap supaya tidak ada rembetan saja,” ujar Asep, Selasa, 15 September 2026.
Sebanyak 45 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan DPMKP Kota Bandung, penanganan juga didukung delapan unit mobil pemadam dari sejumlah wilayah.
Material yang terbakar didominasi sampah dan material bangunan. Menurut petugas, lahan tersebut merupakan lahan kosong yang selama ini diizinkan pemiliknya untuk menjadi tempat pembuangan material.
Hingga Senin (14/9) malam, api masih belum sepenuhnya padam. Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali menyala.
Asep mengatakan api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar padam karena masih dapat menyala dari bagian dalam tumpukan sampah. Petugas perlu melakukan penyiraman hingga ke bagian dalam untuk memastikan seluruh titik api berhasil dipadamkan.
Asap dari kebakaran terlihat mengarah ke area permukiman warga. Namun, lokasi titik api berada cukup jauh dari permukiman dan tidak secara langsung mengancam rumah warga.
Petugas berencana memeriksa bagian bawah lereng setelah kondisi terang untuk memastikan tidak ada titik api yang masih menyala maupun berpotensi menimbulkan kebakaran kembali. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan belum dapat dipastikan.










