TVRINews, Tasikmalaya
Kondisi memprihatinkan dialami siswa SD Negeri Cioray, Desa Kartanegara, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Akibat lima ruangan sekolah mengalami kerusakan hingga ambruk, para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di teras hingga ruang kantor sekolah. Selain harus belajar berdesakan, mereka juga kerap terganggu saat hujan turun.
Kegiatan belajar mengajar di SDN Cioray kini berlangsung jauh dari kondisi ideal. Sejumlah siswa harus mengikuti pelajaran di tempat seadanya setelah satu bangunan ruang kelas ambruk, sementara beberapa ruangan lainnya mengalami kerusakan dan tidak lagi layak digunakan.
Ambruknya ruang kelas dua diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Namun, kerusakan bangunan ternyata tidak hanya terjadi pada satu ruang kelas. Tiga bangunan lainnya juga mengalami kerusakan. Bahkan, satu ruangan telah lebih dahulu dikosongkan karena bagian atapnya ambruk.
Akibatnya, total lima ruangan kini tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah terpaksa mengatur ulang pembagian kelas dengan menggabungkan sejumlah siswa ke ruangan yang masih bisa digunakan, termasuk kantor sekolah dan teras.
Kondisi tersebut membuat para siswa tidak bisa belajar dengan nyaman. Mereka harus berdesakan dan berbagi tempat dengan siswa lainnya. Bahkan, ketika hujan turun, kegiatan belajar di teras kerap terganggu karena air hujan membasahi area yang digunakan untuk pembelajaran.
Salah seorang siswa SDN Cioray, Nasarudin, mengaku harus mengikuti kegiatan belajar di tempat yang terbatas akibat kondisi ruang kelas yang rusak. Ia berharap sekolahnya segera diperbaiki agar dapat kembali belajar bersama teman-temannya di ruang kelas yang nyaman.
“Kalau belajar di teras, tempatnya kurang nyaman dan kalau hujan bisa kehujanan. Saya berharap ruang kelas segera diperbaiki supaya bisa belajar lagi di dalam kelas,” ujar Nasarudin.
Kondisi ini tidak hanya dirasakan para siswa, tetapi juga menjadi keprihatinan para guru. Keterbatasan ruang belajar membuat proses pembelajaran tidak dapat berjalan secara maksimal. Para guru harus menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang masih tersedia.
Guru SDN Cioray, Maya Nuraeni, mengatakan kerusakan sejumlah ruang kelas berdampak langsung terhadap aktivitas pembelajaran. Pihak sekolah berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan bantuan untuk memperbaiki bangunan yang rusak.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan membantu memperbaiki ruang kelas yang rusak. Saat ini kegiatan belajar mengajar sangat terbatas karena lima ruangan sudah tidak bisa digunakan. Kami juga berharap ada bantuan tenda sementara agar anak-anak bisa belajar dengan lebih aman dan nyaman,” ungkap Maya Nuraeni.
Pihak sekolah juga berharap adanya penanganan darurat berupa penyediaan tempat belajar sementara sebelum proses rehabilitasi bangunan dilakukan. Dengan demikian, hak siswa untuk mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang aman dan layak tetap dapat terpenuhi.
Hingga kini, kegiatan belajar mengajar di SDN Cioray masih berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas. Meski demikian, para siswa tetap berusaha mengikuti pelajaran.
Di tengah kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan, harapan para siswa dan guru sederhana, yakni dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman, layak, dan nyaman tanpa harus berdesakan ataupun khawatir kehujanan.










