TVRINews, Karawang
Perusahaan Umum (Perum) Bulog menyampaikan permohonan maaf kepada warga terkait serangan hama kutu beras yang masuk ke kawasan permukiman di sekitar gudang penyimpanan Bulog di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Bulog langsung menerjunkan tim teknis ke lokasi pada Sabtu untuk melakukan penanganan cepat. Langkah tersebut diambil setelah warga melaporkan ribuan kutu beras beterbangan dan masuk ke rumah-rumah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Abdal, turun langsung meninjau gudang penyimpanan di Karawang. Dalam kunjungannya, ia memastikan proses pengendalian hama dilakukan sesuai prosedur serta menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Andi mengatakan, Bulog bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan dan akan terus mengawal penanganan hingga kondisi lingkungan kembali normal.

"Kami memohon maaf dan kami bertanggung jawab penuh. Kami segera mencari jalan keluar terbaik agar masalah ini segera ditangani,"ujar Andi.
Ia menjelaskan, sejak menerima laporan dari masyarakat, Bulog langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pengelola gudang, pemerintah setempat, ketua RT dan RW, hingga perwakilan warga untuk merumuskan langkah penanganan yang cepat dan efektif.
Menurut Andi, hama yang ditemukan di permukiman merupakan hama sekunder dari komoditas beras yang disimpan di gudang. Ia menambahkan, Bulog selama ini telah menerapkan prosedur pengendalian hama sesuai standar operasional perusahaan.
Upaya tersebut meliputi fumigasi atau pengasapan setiap tiga bulan, penyemprotan insektisida secara berkala setiap bulan, serta menjaga sanitasi area gudang secara rutin. Namun, dalam kondisi tertentu, migrasi hama sekunder masih dapat terjadi hingga keluar area penyimpanan.
Sebelumnya, warga yang tinggal di sekitar gudang mengeluhkan serangan kutu beras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Serangga berukuran kecil itu dilaporkan masuk ke dalam rumah, menempel pada perabotan, hingga mengganggu kenyamanan penghuni.
Salah seorang perwakilan warga, Ahmad Kamil, berharap langkah cepat yang dilakukan jajaran direksi Bulog dapat segera mengatasi persoalan tersebut sehingga lingkungan permukiman kembali bersih dan nyaman.
Manajemen Perum Bulog memastikan penanganan tidak berhenti pada langkah awal. Perusahaan bersama pengelola gudang akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala hingga masalah hama kutu beras di sekitar gudang Karawang benar-benar terselesaikan.










