TVRINews, Garut
Kabupaten Garut kembali menghadirkan destinasi wisata berbasis alam dan pemberdayaan masyarakat melalui Desa Wisata Sindangkasih yang berlokasi di Kampung Sindangkasih, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu. Berada di kawasan pegunungan dengan udara sejuk dan panorama persawahan yang hijau, desa wisata ini menawarkan pengalaman berlibur yang memadukan wisata alam, budaya, dan edukasi.
Desa Wisata Sindangkasih diresmikan pada 19 Desember 2019 dan dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya meningkatkan perekonomian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Berkat pengelolaan berbasis masyarakat, desa wisata ini berhasil masuk dalam daftar 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Ketua Pengelola Desa Wisata Sindangkasih, Deni Kurnia, mengatakan pengembangan kawasan wisata dilakukan dengan memanfaatkan potensi alam tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan masyarakat.
"Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga merasakan kehidupan masyarakat desa, budaya, dan keramahan warga," ujar Deni.
Panorama alam menjadi daya tarik utama Desa Wisata Sindangkasih. Hamparan sawah bertingkat, aliran Sungai Ciwulan yang jernih, serta suasana pedesaan yang masih asri memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan. Pengunjung dapat berjalan menyusuri kampung, bersantai di gazebo, hingga mencicipi kuliner khas yang disiapkan warga.
Salah satu aktivitas favorit wisatawan adalah river tubing di Sungai Ciwulan. Dengan menggunakan ban pelampung dan perlengkapan keselamatan, pengunjung diajak menyusuri aliran sungai sepanjang sekitar 750 meter didampingi pemandu berpengalaman. Aktivitas ini memadukan sensasi petualangan dengan keindahan alam pedesaan.
Selain river tubing, Desa Wisata Sindangkasih juga menawarkan beragam aktivitas lain, seperti susur lembur, outbound, berkemah, memancing, menangkap ikan di kolam (ngagogo), hingga belajar bertani bersama masyarakat. Wisatawan yang ingin menikmati suasana desa lebih lama juga dapat menginap di homestay milik warga.
Menurut Deni, konsep wisata berbasis masyarakat menjadi kekuatan utama Desa Wisata Sindangkasih karena seluruh aktivitas wisata dikelola bersama sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga.
"Semua yang ada di desa ini dikelola bersama masyarakat sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga,"lanjutnya.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, kawasan wisata ini telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti area parkir, musala, toilet, tempat makan, area swafoto, hingga ruang pertemuan.
Berlokasi di Jalan Garut–Tasikmalaya Kilometer 16, Kecamatan Cilawu, Desa Wisata Sindangkasih dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Garut, sehingga mudah diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan wisata.
Dengan perpaduan wisata alam, budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, Desa Wisata Sindangkasih menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi saat berlibur ke Garut. Selain menawarkan keindahan alam yang masih terjaga, desa wisata ini juga menunjukkan bagaimana pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat mampu menjadi penggerak ekonomi lokal secara berkelanjutan.










