TVRINews, Bandung
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus melakukan penanganan intensif terhadap YTR (29), korban penyekapan dan penyiksaan. Setelah hampir tiga minggu menjalani perawatan, tim medis kini memfokuskan penanganan pada pembersihan infeksi luka sebelum dilakukan tindakan operasi besar.
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung, dr. Fitra Hergyana, mengatakan kondisi pasien menunjukkan perkembangan positif dibandingkan saat pertama kali dirawat.
Fitra Hergyana mengatakan, pasien saat ini sudah mulai dapat beraktivitas ringan.
"Berdasarkan evaluasi tim medis, kondisi YTR sudah jauh membaik. Saat ini pasien sudah bisa duduk di tempat tidur dan berkomunikasi dengan baik," ujar Fitra di Bandung.
Meski mengalami perbaikan kondisi, tim dokter belum dapat melakukan tindakan bedah karena masih ditemukan infeksi pada sejumlah luka akibat penyiksaan.
Menurut pihak rumah sakit, sterilisasi luka menjadi prioritas utama sebelum operasi dilakukan untuk menghindari risiko komplikasi medis.
"Fokus kami saat ini adalah membersihkan infeksi pada luka secara menyeluruh. Hal ini menjadi syarat penting sebelum tindakan operasi dilakukan," jelasnya.
Selain penanganan fisik, RSHS Bandung juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban. Tim psikiater dan psikolog klinis dikerahkan untuk membantu pemulihan trauma akibat peristiwa yang dialami.
Upaya pemulihan mental dilakukan secara paralel dengan perawatan medis agar kondisi psikologis pasien dapat stabil sebelum menjalani operasi.
RSHS Bandung juga telah menyiapkan tindakan operasi besar yang akan melibatkan sekitar 40 dokter spesialis dari berbagai bidang, termasuk kolaborasi dengan tenaga medis dari Kementerian Kesehatan RI.
Operasi akan dilakukan setelah hasil pemeriksaan memastikan kondisi tubuh pasien telah bebas dari infeksi dan siap menjalani tindakan medis lanjutan.
Saat ini, YTR masih menjalani perawatan di ruang khusus dengan pengawasan ketat tim medis untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.










