TVRINews, Tadikmalaya
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, mendorong delapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Priangan Timur memperluas pasar melalui partisipasi dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 14–18 Oktober 2026.
Dari delapan UMKM tersebut, dua di antaranya, yakni Kalisha dan Bina Bordir, berhasil lolos kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026. Capaian ini menjadi peluang bagi produk lokal untuk memperkuat daya saing dan menjangkau pasar industri halal yang lebih luas.
Azhar mengatakan, keikutsertaan UMKM dalam ISEF tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk, tetapi juga membuka akses terhadap jaringan pembeli, mitra usaha, dan pembiayaan.

“Langkah tersebut diarahkan agar partisipasi dalam ISEF tidak berhenti pada promosi, tetapi berlanjut menjadi kemitraan usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan pasar,” ungkapnya.
ISEF ke-13 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Ajang tersebut menghadirkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal melalui berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk hingga forum bisnis dan penjajakan kerja sama.
Dalam kegiatan tersebut, Bina Bordir, Kalisha, dan Hande mengikuti kategori modest fashion. Sementara itu, Abon Rajawali, Mustofa Ibu Emi, dan Dapur CK berpartisipasi dalam pameran makanan halal.
Adapun Sevatu mengikuti program Jawara Export Modest, sedangkan Hirakiya berpartisipasi dalam kegiatan business matching pemasaran.
BI Tasikmalaya akan memantau tindak lanjut partisipasi UMKM tersebut, termasuk realisasi transaksi dan kemitraan yang terbentuk setelah kegiatan berlangsung.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026 yang dikutip BI Tasikmalaya, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam ekosistem ekonomi Islam dan peringkat pertama pada sektor fesyen muslim. Di dalam negeri, rantai nilai halal tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Sebelum mengikuti ISEF, BI Tasikmalaya juga memperkuat akses pasar UMKM melalui rangkaian kegiatan Road to FESyar 2026 di Priangan Timur. Marhaban Festival di Kota Banjar pada Februari 2026 melibatkan 42 UMKM dengan omzet Rp129 juta.
Sementara itu, kegiatan Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah (JAZIRAH) Priangan Timur di Kabupaten Ciamis pada Juni 2026 melibatkan 79 UMKM, dengan omzet Rp1,6 miliar dan kesepakatan pembiayaan Rp1,7 miliar.
Selain itu, BI Tasikmalaya bersama pemerintah daerah dan mitra strategis memfasilitasi sertifikasi halal bagi sekitar 55 UMKM. Penguatan ekosistem halal juga dilakukan melalui pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di Terminal Tipe A Kota Banjar dan Rest Area Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis.
Di sektor pesantren, sebanyak 14 pesantren mitra BI Tasikmalaya lolos kurasi program Air Berkah Indonesia. Pondok Pesantren Ihya As-Sunnah juga meraih ISEF Award 2026 sebagai Pesantren Unggulan Air Berkah Indonesia kategori air minum dalam kemasan (AMDK) botol.
Ke depan, BI Tasikmalaya akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, pesantren, dan mitra usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pemasaran dan transaksi digital.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan partisipasi UMKM dalam ISEF sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan memperkuat daya saing produk unggulan Priangan Timur.










