TVRINews, Majalengka
Warga Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menggelar tradisi Guar Bumi sebagai bentuk rasa syukur setelah musim panen. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, tersebut diisi doa bersama untuk menghormati leluhur dan diakhiri dengan perebutan dua gunungan hasil bumi yang disiapkan panitia.
Warga berkumpul di kawasan Buyut Cacah Guna, tempat pemakaman umum (TPU) setempat, untuk mengikuti tradisi munjung dan memanjatkan doa bagi para leluhur yang dianggap berjasa dalam membesarkan desa.
Lantunan doa dan selawat menggema selama kegiatan berlangsung. Suasana kebersamaan tampak ketika warga dari berbagai kalangan mengikuti rangkaian acara yang rutin digelar setiap tahun tersebut.
Usai doa bersama, warga beramai-ramai memperebutkan dua gunungan berisi hasil bumi. Aksi saling dorong pun terjadi saat warga berusaha mendapatkan sayuran dan buah-buahan yang dibagikan. Hasil bumi tersebut kemudian dibawa pulang untuk dimanfaatkan sebagai bahan hidangan keluarga.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan tradisi tersebut mencerminkan penghargaan masyarakat terhadap leluhur sekaligus ungkapan syukur atas hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
“Sangat menghargai kepada karuhunnya. Luar biasa. Masyarakat di sini sudah selesai bertani dan berdagang. Yang kedua, datang ke makam untuk menghargai karuhunnya, yang sudah berjuang dulu membesarkan Desa Ciborelang,” ujar Eman.
Menurut Eman, tradisi ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi warga setelah menjalani aktivitas bertani dan berdagang. Selain mensyukuri hasil panen, masyarakat berharap hujan segera turun untuk mendukung aktivitas pertanian pada musim berikutnya.
Tradisi Guar Bumi menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya lokal di Desa Ciborelang. Melalui kegiatan tahunan ini, warga tidak hanya berbagi hasil bumi, tetapi juga menjaga hubungan sosial dan meneruskan penghormatan terhadap leluhur kepada generasi berikutnya.










