TVRINews, Bogor
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang menghadapi ancaman kepunahan. Perburuan liar, kerusakan habitat, serta berkurangnya ketersediaan mangsa menjadi sejumlah faktor yang mengancam kelangsungan hidup satwa langka tersebut.
Di tengah kondisi itu, Taman Safari Indonesia Bogor terus melakukan upaya konservasi melalui program pengembangbiakan Harimau Sumatera. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan populasi satwa yang menjadi salah satu kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.
Dokter Hewan Taman Safari Indonesia Bogor, Bongot Huaso Mulia, menjelaskan bahwa Harimau Sumatera menghadapi berbagai ancaman yang membutuhkan perhatian serius. Upaya pelestarian pun perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui konservasi di lembaga penangkaran maupun perlindungan habitat alaminya.

“Harimau Sumatera merupakan satwa yang perlu kita jaga kelestariannya. Upaya konservasi dan pengembangbiakan menjadi bagian penting untuk mendukung keberlangsungan populasi satwa ini,” kata Bongot kepada tvrinews.com dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.
Sebagai bagian dari program konservasi, Taman Safari Indonesia Bogor dilaporkan telah berhasil mengembangbiakkan sebanyak 25 anakan Harimau Sumatera. Keberhasilan ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung pelestarian satwa langka tersebut melalui perawatan dan pengelolaan yang terencana.
Meski demikian, pengembangbiakan di lembaga konservasi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan habitat alami, pencegahan perburuan liar, serta pemeliharaan ekosistem tempat Harimau Sumatera hidup.
Pelestarian satwa ini tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga konservasi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
Melalui kerja sama dan upaya konservasi yang berkelanjutan, kelestarian Harimau Sumatera diharapkan dapat terus terjaga sehingga generasi mendatang tetap dapat mengenal satwa khas Indonesia tersebut.










