TVRINews, Sumedang
Kemarau panjang membuat warga di kawasan Gunung Geulis, Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar lima bulan. Sejumlah sumur warga mengering atau mengalami penurunan debit air secara drastis sehingga masyarakat terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Seorang warga, Nunung, mengatakan keluarganya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air. Air isi ulang seharga sekitar Rp5.000 per galon digunakan untuk mandi dan mencuci, sedangkan kebutuhan minum dipenuhi dengan air kemasan.
"Sudah hampir lima bulan tidak ada air. Saat sumur surut, airnya tidak ada. Untuk minum kami beli air galon, sedangkan untuk mandi dan mencuci menggunakan air isi ulang," kata Nunung, Minggu, 6 September 2026.
Menurutnya, kebutuhan air rumah tangga selama musim kemarau cukup tinggi. Dalam sehari, keluarganya dapat menghabiskan lebih dari 10 galon.
"Sehari bisa lebih dari 10 galon," ujarnya.
Besarnya kebutuhan air membuat pengeluaran rumah tangga meningkat. Karena itu, bantuan air bersih yang disalurkan kepolisian menjadi kabar baik bagi warga yang telah berbulan-bulan menghadapi kesulitan air.
"Alhamdulillah, kami sangat bahagia karena mendapat banyak air," kata Nunung.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Hendra Rochmawan mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurut Hendra, kondisi di Desa Mangunarga menunjukkan dampak kemarau yang cukup serius. Ketersediaan air bagi warga mengalami penurunan selama sekitar lima bulan.
"Sudah lima bulan musim kemarau dan ketersediaan air sangat berkurang. Karena itu, kami mendistribusikan air bersih untuk membantu warga," kata Hendra.
Hendra menyebut warga harus membeli air dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per galon. Pengeluaran tersebut menjadi beban tambahan karena kebutuhan air rumah tangga meningkat selama musim kemarau.
"Warga harus mengeluarkan sekitar Rp5.000 sampai Rp6.000 untuk satu galon. Sementara kebutuhan air rumah tangga cukup besar," ujarnya.
Dalam penyaluran terbaru, Polda Jawa Barat mengerahkan dua truk tangki dengan total kapasitas 10.000 liter. Masing-masing kendaraan membawa sekitar 5.000 liter air bersih.
Selain air bersih, kepolisian membagikan paket sembako kepada warga terdampak. Bantuan tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan, di antaranya buruh lepas dan pensiunan.
Hendra mengatakan penyaluran air bersih akan dilakukan secara berkala selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
"Kami akan rutin menyalurkan air bersih sampai musim kemarau berakhir," katanya.
Kepolisian juga mengajak masyarakat dan berbagai pihak yang memiliki kemampuan untuk turut membantu warga yang terdampak kekeringan.
Sebelumnya, distribusi air bersih telah dilakukan secara rutin setiap pekan. Volume air yang disalurkan dalam setiap kegiatan berkisar 5.000 hingga 15.000 liter, bergantung pada kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Pada distribusi terbaru di Desa Mangunarga, sebanyak 10.000 liter air disalurkan menggunakan dua kendaraan tangki. Selain air bersih, kepolisian juga membagikan paket sembako kepada warga terdampak.










