TVRINews, Bandung
Road to Give Bandung 2026 kembali digelar dengan mengajak masyarakat berlari sekaligus memberikan dukungan bagi penyintas kanker. Memasuki penyelenggaraan ke-12, kegiatan yang digelar Marriott Cluster Bandung ini menargetkan 1.200 peserta dan donasi sekitar Rp100 juta untuk Bandung Cancer Society (BCS).
Mengusung tema “Hope in Every Step”, Road to Give Bandung 2026 akan berlangsung di Balai Kota Bandung pada 25 Oktober 2026, mulai pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. Road to Give merupakan program Marriott International yang digelar secara global setiap Oktober, dengan penerima manfaat yang ditentukan oleh masing-masing kota.
Di Bandung, kegiatan ini merupakan kolaborasi lima properti Marriott, yakni Sheraton Bandung Hotel & Towers, Grand Hotel Preanger Bandung, Courtyard by Marriott Bandung Dago, Four Points by Sheraton Bandung, dan Moxy Bandung.
Seluruh hasil kegiatan akan didonasikan kepada BCS sebagai charity partner. Ketua Bandung Cancer Society, Yanti Setiawadi, mengatakan donasi tersebut akan dikhususkan untuk mendukung operasional Rumah Singgah Kasih, yang telah berjalan selama 11 tahun.
Rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi pasien kanker dari luar kota yang menjalani pengobatan di Bandung dengan BPJS kelas tiga. Pasien dapat tinggal bersama satu orang pendamping hingga pengobatannya selesai. Mereka hanya memberikan kontribusi Rp10 ribu, sementara BCS menyediakan kebutuhan dasar seperti air minum, beras, gas, dan dapur yang dapat digunakan bersama.
“Kalau dari hasil yang didonasikan nanti memang kita khusus untuk Rumah Singgah. Karena kita bayar sewa, bayar iuran-iuran, kita punya pegawai juga yang kita harus gaji di sana,” ujar Yanti.
Yanti menyebut lebih dari 1.000 orang telah masuk ke Rumah Singgah Kasih dalam kurun sekitar tiga hingga empat tahun terakhir. Saat ini, BCS memiliki sekitar 600 anggota terdaftar yang seluruhnya merupakan penyintas kanker.
Menurut Yanti, kebutuhan rumah singgah selama ini banyak ditopang donasi masyarakat yang diperoleh dari mulut ke mulut. Ia mengatakan kolaborasi dengan Road to Give menjadi pengalaman pertama bagi BCS untuk terlibat dalam kegiatan amal berskala besar seperti ini.
“Buat kami ini satu kehormatan di mana kami pun juga bisa ikut acara ini. Karena terus terang ini juga buat kami adalah yang pertama untuk diajak ke acara seperti ini. Biasanya kita donasi itu hanya dari mulut ke mulut dan belum pernah diajak untuk acara yang sebesar ini,” kata Yanti.
Yanti mengatakan keberadaan rumah singgah membantu pasien dari daerah yang harus menjalani pengobatan di Bandung. Sebagian pasien, menurut dia, bahkan datang dengan uang pinjaman dan telah memikirkan biaya hidup selama berada di Bandung.
“Karena mereka biasanya datangnya itu dari daerah dan ada beberapa keluhan mereka datang ke Bandung aja dengan uang pinjaman. Dan mereka sebenarnya waktu datang tuh mereka udah mikir mau gimana biaya hidup di Bandung. Tapi akhirnya kita bilang kita sediakan tempat,” ujarnya.
Dari sisi penyelenggara, Road to Give Bandung 2026 merupakan kegiatan non-profit. Front Office Manager Courtyard by Marriott Bandung Dago, Kevin Kurman, mengatakan seluruh hasil kegiatan akan diserahkan kepada BCS.
“Donasinya itu nanti kita akan kumpulkan dulu terus nanti kita akan langsung serahkan kepada BCS dan acara ini adalah acara non-profit,” kata Kevin.
Selain menggalang donasi, penyelenggara menghadirkan konsep fun run yang dapat diikuti berbagai kelompok usia. Tahun ini tersedia kategori Kids Dash 100 meter untuk usia 5–7 tahun, 5K, dan 10K. Biaya pendaftaran masing-masing Rp150 ribu, Rp245 ribu, dan Rp315 ribu. Peserta mendapatkan racepack yang terdiri atas jersey, medal finisher, string bag, e-certificate, dan BIB number.
Untuk meramaikan kegiatan, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah penampil lintas generasi, yakni Ruth Sahanaya, Farrel Hillal, Nadine Emmanuella, dan Amabel Odelia. Selain itu, penampilan angklung dari BCS akan mengiringi lagu Indonesia Raya saat flag off yang akan dinyanyikan Amabel Odelia.
Kevin mengatakan konsep kegiatan tahun ini tidak hanya berfokus pada aktivitas berlari, tetapi juga menghadirkan pengalaman bagi peserta dan masyarakat yang hadir.
“Jadi ini bukan hanya untuk lari tapi benar-benar kita mengemas acara ini sebagai experience, di mana kita memberikan harapan untuk teman-teman kita penyintas kanker,” ujar Kevin.
Dari sisi keselamatan, penyelenggara menggandeng Santosa Hospital. Tim medis disiapkan setiap dua kilometer pada rute 5K dan 10K, dengan dukungan dua ambulans, delapan perawat, dan dua fisioterapis. Penyelenggara juga menyiapkan mini medical check-up bagi 100 peserta pertama saat periode pengambilan racepack.
Selain aspek medis, penyelenggara turut memperhatikan kebersihan dan sanitasi, termasuk penyediaan air minum dalam kemasan berukuran 200 mililiter bagi peserta.
Dengan target 1.200 peserta dan donasi sekitar Rp100 juta, Road to Give Bandung 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membantu keberlangsungan Rumah Singgah Kasih bagi pasien kanker dari luar kota yang menjalani pengobatan di Bandung.
Pendaftaran Road to Give Bandung 2026 dapat dilakukan melalui situs resmi penyelenggara. Informasi mengenai pengambilan racepack, jadwal, dan pembaruan kegiatan juga disampaikan melalui kanal media sosial Road to Give Bandung.










