TVRINews, Majalengka
Bupati Majalengka, Eman Suherman, turun tangan menyelesaikan persoalan dugaan miskomunikasi antara petugas Puskesmas Bantarujeg dengan seorang pasien yang sempat viral di media sosial. Peristiwa tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dan mendorong evaluasi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Eman mendatangi Puskesmas Bantarujeg dan rumah pasien pada Senin, 2 November 2026, untuk meminta klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang diberikan petugas.
Kasus ini bermula ketika Masriah, 61 tahun, warga Desa Cipendey, Kabupaten Majalengka, dibawa keluarganya ke Puskesmas Bantarujeg untuk mendapatkan perawatan.
Namun, karena keterbatasan tempat tidur dan hasil pemeriksaan dokter yang mengarah pada dugaan tuberkulosis atau TB, pasien disarankan untuk dirujuk ke RSUD Majalengka guna mendapatkan penanganan lebih lanjut dan menjalani isolasi.
Keluarga pasien menolak rujukan tersebut dengan alasan jarak rumah sakit yang cukup jauh. Selain itu, pasien disebut kerap mengalami muntah selama perjalanan.
Dalam situasi tersebut, petugas yang berjaga mengira pasien telah pulang bersama keluarganya. Padahal, pasien masih berada di teras sebelah barat Puskesmas yang dalam kondisi gelap.
Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, membenarkan adanya miskomunikasi antara petugas Puskesmas dan keluarga pasien. Ia mengakui petugas mengira pasien telah meninggalkan Puskesmas, sementara kenyataannya pasien masih berada di area fasilitas kesehatan tersebut.
Eman menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menegaskan pentingnya evaluasi terhadap pelayanan kesehatan, terutama dalam komunikasi dan koordinasi antara petugas dengan pasien maupun keluarganya.
“Memang terjadi miskomunikasi. Petugas mengira pasien sudah pulang ke rumah, padahal ternyata masih berada di teras sebelah barat Puskesmas. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan akan melakukan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar Eman.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Majalengka berencana menggelar rapat bersama para kepala Puskesmas pada Selasa, 3 November 2026.
Rapat tersebut akan membahas komitmen peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk memperkuat komunikasi, koordinasi, serta tanggung jawab petugas dalam memastikan pasien memperoleh pelayanan yang layak.
Eman meminta seluruh jajaran Puskesmas lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan memperhatikan kondisi pasien selama berada di fasilitas kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Evaluasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki pelayanan kesehatan agar semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.









