TVRINews, Bandung Barat
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menggelar kegiatan story telling sekaligus meluncurkan ikon Siaran Ramah Anak di SD Interaktif Gemilang Mutaffanin, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi kick off Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) sekaligus bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas semakin masifnya penggunaan internet di kalangan anak-anak dan Generasi Z. KPID Jabar menilai literasi penyiaran menjadi bekal penting agar anak mampu memilah informasi serta terhindar dari paparan konten digital yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Selain menghadirkan kegiatan mendongeng yang edukatif, acara juga mengajak anak-anak dan orang tua untuk lebih bijak dalam memilih tayangan serta aktif mendampingi anak saat mengakses media digital.
Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, penguatan literasi media harus dilakukan sejak dini agar anak memiliki kemampuan menyaring informasi yang mereka terima.
"Disrupsi digital adalah kenyataan yang tidak bisa kita hindari. Yang harus kita lakukan adalah membekali anak-anak dengan literasi media agar mereka mampu memilih, memilah, dan menyaring informasi serta konten yang bermanfaat sesuai usianya. Peran orang tua dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak," ujar Adiyana.
Menurutnya, literasi penyiaran saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan televisi dan radio, tetapi juga mencakup seluruh platform digital yang menjadi konsumsi sehari-hari generasi muda.
"Kami ingin anak-anak menjadi pengguna media yang cerdas, bukan sekadar penonton. Mereka harus memahami mana konten yang mendidik dan mana yang berpotensi memberikan dampak negatif," tambahnya.
Berdasarkan hasil riset KPID Jawa Barat, sebanyak 99,8 persen Generasi Z telah mengakses internet. Sementara itu, 87 persen masih menonton televisi dan 56 persen masih mendengarkan radio. Data tersebut menunjukkan internet kini menjadi media yang paling dominan dikonsumsi oleh generasi muda.
Melihat kondisi tersebut, KPID Jabar menegaskan bahwa literasi penyiaran merupakan salah satu langkah strategis dalam melindungi anak dari banjir informasi, hoaks, serta konten digital yang tidak sesuai dengan nilai pendidikan dan perkembangan psikologis mereka.
Melalui momentum Hari Penyiaran Daerah dan Hari Anak Nasional 2026, KPID Jawa Barat berharap kolaborasi antara lembaga penyiaran, sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem media yang sehat, aman, dan ramah anak.









