TVRINews, Bandung
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar untuk memperluas akses pendidikan bagi calon siswa SMA/SMK yang tidak tertampung di sekolah negeri. Melalui kolaborasi tersebut, ribuan siswa akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa dipungut biaya.
Kesepakatan kerja sama ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, di Gedung Pakuan, Kota Bandung.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang setiap tahun menyebabkan puluhan ribu calon peserta didik tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.
Berdasarkan data Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB), sekitar 78 ribu calon siswa diperkirakan tidak tertampung di SMA dan SMK negeri di Jawa Barat. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Jabar menggandeng sekolah swasta sebagai mitra pendidikan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 751 sekolah swasta di berbagai daerah di Jawa Barat telah mengajukan diri untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, menyatakan kesiapan lembaga pendidikan di bawah naungan organisasinya untuk menerima siswa yang belum mendapatkan tempat di sekolah negeri.
“Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh program Pemprov Jabar ini. Lembaga pendidikan kami siap menampung siswa-siswa di Jawa Barat yang tidak masuk ke sekolah negeri agar mereka tidak putus sekolah,” ujar Jazuli.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta menjadi langkah penting untuk memastikan hak pendidikan seluruh anak tetap terpenuhi tanpa terkendala keterbatasan kuota.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap sekolah dan pondok pesantren yang berada di bawah naungan Mathla’ul Anwar dapat memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
“Kami titipkan anak-anak Jawa Barat ini untuk dididik dengan baik. Melalui kolaborasi ini, negara hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan kuota di sekolah negeri bukan lagi menjadi alasan bagi anak-anak kita untuk berhenti belajar,” kata Dedi.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan swasta guna menjamin seluruh anak usia sekolah di Jawa Barat tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.










