TVRINews, Bandung
Komunitas Moving5 bersama Bike to Work Bandung menggelar aksi Ride in Peace dan memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Minggu, 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Wenti Prima Dewi (57), pesepeda yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, sekaligus mengampanyekan pentingnya keselamatan bagi pesepeda dan pejalan kaki.
Lebih dari 50 pesepeda dari berbagai komunitas mengikuti kegiatan tersebut. Rombongan memulai perjalanan dari kawasan SMAN 5 Bandung sebelum tiba di lokasi kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta untuk memasang Ghost Bike, simbol yang umum digunakan di berbagai negara sebagai penanda lokasi meninggalnya pesepeda akibat kecelakaan lalu lintas.
Prosesi dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga. Keluarga almarhumah menjadi pihak pertama yang memberikan penghormatan di lokasi, kemudian diikuti oleh seluruh peserta sebagai ungkapan belasungkawa.
Aksi tersebut digelar beberapa hari setelah Wenti Prima Dewi meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut LPG di kawasan Leuwipanjang, Jalan Soekarno-Hatta. Peristiwa itu masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung.

Ketua Komunitas Moving5, Bayu Hanggoro, mengatakan kegiatan Ride in Peace tidak hanya bertujuan mengenang almarhumah yang juga merupakan alumni SMAN 5 Bandung, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menciptakan ruang jalan yang aman bagi seluruh pengguna jalan.
"Ini bukan hanya untuk mengenang almarhumah Wenti, tetapi juga sebagai kampanye keselamatan bagi pesepeda. Kami berharap Ghost Bike yang dipasang hari ini menjadi yang terakhir," ujar Bayu.
Senada dengan itu, Ketua Bike to Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi, berharap pemerintah dapat meningkatkan perlindungan bagi pengguna jalan yang rentan, khususnya pesepeda. Menurutnya, keberadaan jalur sepeda yang benar-benar terproteksi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
"Kami mendorong agar ada jalur sepeda yang terproteksi, bukan hanya marka atau cat," kata Andi.
Usai pelaksanaan doa bersama dan tabur bunga, sebagian peserta melanjutkan kegiatan dengan bertakziah ke rumah duka serta berziarah ke makam almarhumah.
Melalui aksi tersebut, komunitas pesepeda berharap kesadaran seluruh pengguna jalan terhadap pentingnya saling menghormati dan mengutamakan keselamatan dapat terus meningkat, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.









