TVRINews, Garut
Musim kemarau panjang menyebabkan Situ Sarkanjut di Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengering. Kondisi ini tidak hanya menghentikan aktivitas wisata, tetapi juga mengganggu pertanian masyarakat yang selama ini memanfaatkan air situ untuk mengairi lahan.
Pantauan di lokasi menunjukkan Situ Sarkanjut tidak lagi memiliki genangan air. Dasar situ terlihat terbuka, sementara perahu angsa yang biasanya digunakan untuk aktivitas wisata hanya terparkir dan tidak dapat dioperasikan.
Situ Sarkanjut selama ini menjadi salah satu sumber air untuk membantu mengairi lahan pertanian masyarakat. Namun, situ tersebut tidak memiliki sumber mata air permanen dan hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber utama.

Kepala Desa Dungusiku, Karno, mengatakan saat kondisi air normal, Situ Sarkanjut dapat membantu mengairi sekitar 150 hektare lahan sawah masyarakat. Namun, ketika situ mengering, petani kesulitan mengolah lahan karena tidak memiliki saluran air alternatif.
“Situ Sarkanjut itu tidak ada sumbernya, itu cuma penampungan air hujan aja. Karena memang di situ itu nggak ada sumber air dan mungkin musim kemarau lumayan panjang,” ujar Karno.
Menurut Karno, ketiadaan air membuat aktivitas pertanian masyarakat terganggu. Mayoritas warga Desa Dungusiku bekerja sebagai petani dan buruh tani sehingga ketersediaan air menjadi bagian penting dalam menunjang mata pencaharian mereka.
“Kalau air nggak ada, ya otomatis petani tidak bisa tani karena nggak ada saluran airnya. Harapan kami mungkin sebagai kepala desa, inginnya mungkin tolonglah perhatikan wilayah Desa Dungusiku khususnya,”jelasnya.
Karno berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap persoalan irigasi di Desa Dungusiku. Menurutnya, diperlukan sumber atau saluran air alternatif agar aktivitas pertanian masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan air di Situ Sarkanjut.
Selain berdampak terhadap pertanian, mengeringnya Situ Sarkanjut juga membuat aktivitas wisata di kawasan tersebut terhenti. Warga berharap musim kemarau segera berakhir sehingga ketersediaan air kembali mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.








