TVRINews, Bandung
Sebanyak 70 siswa dan guru dari enam Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jawa Barat serta tujuh sekolah lainnya di Kota Bandung mengikuti pelatihan GreenMech berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika (STEAM). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan talenta muda untuk menghadapi kompetisi di tingkat nasional hingga internasional.
Pelatihan yang digelar Rumah Edukasi bersama Pusat Studi Pembelajaran STEM Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tersebut turut melibatkan siswa dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo sebagai bagian dari penerapan pembelajaran yang inklusif.
Keterlibatan siswa penyandang disabilitas dalam pelatihan ini mendapat pendampingan dari Meiske Y. Suparman,Psikolog, yang turut memberikan pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta.
Meiske mengatakan, keterlibatan siswa disabilitas dalam pembelajaran STEAM menjadi proyek perdana yang diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif mereka melalui pendekatan yang lebih personal.
“Pertama-tama, anak-anak disabilitas ini mungkin memiliki keterbatasan dalam berbagai hal, tapi kami semua percaya bahwa tentunya banyak kelebihan dari anak-anak disabilitas yang mungkin belum terlihat atau belum tersentuh oleh lingkungan. Maka kami berharap pembelajaran STEM ini bisa sedikit lebih banyak mengembangkan kognitif mereka perlahan-lahan,” ujar Meiske, Minggu, 20 September 2026.
Menurut Meiske, pembelajaran tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Rumah Edukasi untuk mencoba pendekatan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) kepada siswa disabilitas. Dalam kegiatan tersebut, siswa sekolah luar biasa dari Jawa Barat turut mengikuti proses pembelajaran bersama peserta lainnya.
Kepala Bidang Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Oktora, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan siswa agar berkembang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
“Kegiatan ini dalam rangka kita mempersiapkan murid-murid kita menjadi manusia-manusia unggul di Jawa Barat, juga memfasilitasi bagaimana anak-anak yang memiliki minat dan bakat khusus sehingga mereka bisa tumbuh kembang sesuai dengan bakat minatnya,” ujar Firman.
Pelatihan GreenMech berbasis STEAM tersebut diarahkan sebagai proyek percontohan bagi siswa dengan minat dan bakat khusus. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan talenta untuk menghadapi kompetisi di tingkat nasional hingga internasional.
Kompetisi GreenMech telah diselenggarakan di Indonesia sejak 2017 dan menggunakan pendekatan STEAM yang memadukan sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika. Pembinaan melalui kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung persiapan Indonesia sebagai tuan rumah World GreenMech 2028.
Melalui pelatihan tersebut, siswa dari berbagai latar belakang, termasuk siswa penyandang disabilitas, mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui pembelajaran berbasis sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika.










