TVRINews, Tasikmalaya
Tasik Wedding Festival (TWF) 2026 resmi digelar di Atrium Ground Floor Plaza Asia, Kota Tasikmalaya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Pameran industri pernikahan yang berlangsung hingga Minggu, 9 Agustus 2026, tersebut diikuti puluhan vendor dan wedding organizer serta menjadi ajang kolaborasi pelaku ekonomi kreatif di sektor pernikahan.
Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-11 atau Volume 10.1 itu dibuka Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi.
Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan TWF selama lebih dari satu dekade menunjukkan industri pernikahan di Kota Tasikmalaya terus berkembang dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
"Alhamdulillah ini Tasik Wedding Festival Volume 10.1 atau memasuki tahun ke-11. InsyaAllah akan terjadi perputaran ekonomi yang luar biasa. Konsistensi selama 11 tahun ini bukan sesuatu yang biasa. Terima kasih kepada Bu Olive beserta seluruh vendor, wedding organizer, MUA, dan semua pihak yang terus menjaga ekosistem industri wedding di Kota Tasikmalaya," ujar Viman.
Ia mengatakan penyelenggaraan TWF tahun lalu mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp15,4 miliar. Tahun ini, Viman optimistis nilai transaksi dapat kembali meningkat meski kondisi ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan.

"Tahun lalu perputarannya sampai Rp15,4 miliar dan tahun ini saya yakin akan lebih baik lagi. Ini bukan hanya memupuk harapan bagi calon pengantin, tetapi juga bagi seluruh kolaborator dan menjadi harapan bagi pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya," katanya.
Menurut Viman, industri pernikahan memiliki daya tahan karena kebutuhan masyarakat untuk menikah tetap ada.
Ia menilai penyelenggaraan event seperti TWF turut membangun ekosistem usaha yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari dekorasi, fotografi, tata rias, busana hingga jasa pendukung lainnya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjutnya, berkomitmen menghadirkan kegiatan yang dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan.
"Event di Kota Tasikmalaya harus terus ada. Pemerintah harus hadir menjaga ekosistem ini dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, agar ekonomi kreatif terus berkembang," tambahnya.
Sementara itu, Founder Taravty Project sekaligus penggagas Tasik Wedding Festival, Olivia Darmawan, berharap pemerintah daerah hingga Kementerian Ekonomi Kreatif dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap penyelenggaraan TWF pada masa mendatang.
"Harapan kami ke depan, Pemerintah Kota Tasikmalaya bahkan Kementerian Ekonomi Kreatif bisa membantu dan memberikan dukungan secara langsung terhadap Tasik Wedding Festival," ujarnya.
Olivia mengatakan sempat berencana mengakhiri penyelenggaraan TWF setelah memasuki usia 10 tahun. Namun, dukungan dari Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi membuatnya kembali optimistis melanjutkan event tahunan tersebut.
Menurut Olivia, TWF 2026 diikuti sekitar 24 vendor dengan target transaksi sekitar Rp10 miliar selama tiga hari pelaksanaan. Target tersebut disesuaikan dengan kapasitas lokasi penyelenggaraan yang lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
"Target kami realistis, sekitar Rp10 miliar. Tahun lalu mencapai Rp15 miliar karena jumlah vendornya lebih banyak. Tahun ini kami sengaja memilih Plaza Asia untuk meningkatkan awareness sehingga masyarakat yang belum mengenal Tasik Wedding Festival bisa datang dan mengenalnya lebih dekat," kata Olivia.
Tasik Wedding Festival 2026 berlangsung selama tiga hari, 7-9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pernikahan dalam satu lokasi, mulai dari wedding organizer, dekorasi, fotografi, tata rias pengantin, busana hingga layanan pendukung lainnya.
Penyelenggaraan TWF diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang transaksi bagi pelaku usaha sektor pernikahan di Kota Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur.









