TVRINews, Kabupaten Bandung
Musim kemarau yang berkepanjangan membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan penting bagi warga terdampak kekeringan di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, PT Sucofindo Cabang Bandung bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bandung membangun sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat.
Peresmian pembangunan sumur bor tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Sucofindo. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Ketua ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Firmansyah Lesmana, mengapresiasi dukungan Sucofindo dalam penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat Desa Ciluncat.
Menurut dia, keberadaan sumur bor tersebut dapat membantu warga yang selama ini kerap mengalami kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau.
"Alhamdulillah, terima kasih, apresiasi yang setinggi-tingginya. Kami, atas nama ABPEDNAS Kabupaten Bandung, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Sucofindo yang sudah memfasilitasi pembangunan sumur bor air bersih untuk masyarakat Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung," ujar Firmansyah, dikutip Jumat, 18 September 2026.
Firmansyah berharap kolaborasi antara ABPEDNAS dan Sucofindo dapat terus berlanjut melalui berbagai program di sejumlah desa lain di Kabupaten Bandung.
Ia juga berharap akses terhadap program kolaborasi dengan perusahaan BUMN dapat semakin luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat desa pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, Kepala Sucofindo Cabang Bandung, Dewi Mindasari, mengatakan peringatan HUT ke-70 Sucofindo menjadi momentum bagi perusahaan untuk berbagi manfaat dengan masyarakat.
Menurut Dewi, pembangunan sumur bor di Desa Ciluncat merupakan salah satu bentuk kegiatan TJSL yang dijalankan perusahaan.
"Di ulang tahun ke-70, Sucofindo itu tidak hanya fokus pada perayaan internal, tapi kita memfokuskan untuk berbagi. Dan sumur bor ini merupakan salah satu inisiatif untuk berbagi. Di luar itu, kita juga banyak melakukan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan, karena kita memang sudah punya program rutin terkait itu," kata Dewi.
Dewi menyebut Sucofindo memiliki 29 cabang yang menjalankan berbagai kegiatan sosial di wilayah masing-masing. Untuk wilayah Bandung, selain pembangunan sumur bor di Desa Ciluncat, program serupa juga dilakukan di Garut.
Sucofindo juga menjalankan sejumlah program sosial lainnya, termasuk renovasi sekolah.
Dewi mengatakan air merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pembangunan sumur bor di Desa Ciluncat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, khususnya di tengah kondisi kekeringan yang berlangsung.
Ia juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus menjaga fasilitas sumur bor tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, termasuk oleh generasi berikutnya.
*Puluhan Juta Liter Air Didistribusikan*
Di tingkat Jawa Barat, penanganan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan juga terus dilakukan melalui distribusi air oleh sejumlah instansi pemerintah.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga 13 September 2026, sebanyak 25 juta liter air telah didistribusikan kepada masyarakat di berbagai wilayah terdampak.
Pembangunan sumur bor di Desa Ciluncat menjadi salah satu upaya penyediaan sumber air bersih secara lebih berkelanjutan bagi masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi antara perusahaan dan organisasi masyarakat desa dalam membantu warga menghadapi dampak kekeringan.










