TVRINews, Cirebon
Memasuki musim kemarau, para petani di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai beralih dari menanam padi ke tanaman palawija. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan produktivitas lahan di tengah menurunnya ketersediaan air untuk irigasi.
Kondisi tersebut terlihat di kawasan perbukitan Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Lahan pertanian yang telah lebih dari dua bulan tidak diguyur hujan mulai mengering sehingga tidak lagi memungkinkan untuk ditanami padi.
Keterbatasan pasokan air membuat para petani memilih menanam komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering. Cabai, terong, labu, dan timun menjadi tanaman yang paling banyak dibudidayakan karena membutuhkan air lebih sedikit dibandingkan tanaman padi.
Untuk menjaga hasil panen tetap optimal, para petani melakukan perawatan secara rutin dengan menyiram tanaman setiap pagi dan sore hari. Selain itu, pemupukan serta penyemprotan juga dilakukan secara berkala guna menjaga pertumbuhan tanaman dan mengantisipasi serangan hama.
Salah seorang petani palawija, Subandi, mengatakan peralihan dari padi ke tanaman palawija menjadi pilihan yang paling memungkinkan selama musim kemarau.

"Kalau musim kemarau seperti sekarang, kami tidak bisa lagi menanam padi karena airnya sangat terbatas. Akhirnya kami beralih ke cabai, terong, timun, dan labu karena lebih tahan kekeringan. Memang perawatannya lebih intensif, tapi setidaknya lahan tetap produktif dan kami masih bisa mendapatkan penghasilan," kata Subandi, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Untuk mengatasi keterbatasan air, para petani juga bergotong royong membuat sumur bor yang dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif. Air dari sumur tersebut digunakan untuk mengairi lahan pertanian agar tanaman tetap tumbuh dengan baik hingga masa panen.
Subandi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bagi petani, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.
"Harapan kami ada bantuan untuk pengadaan sumur bor atau saluran irigasi yang lebih baik. Kalau air tersedia, kami bisa tetap bertani meskipun musim kemarau berlangsung cukup lama," ujarnya.
Para petani berharap ketersediaan air dapat terus terjaga selama musim kemarau berlangsung. Dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur irigasi dan penyediaan sumber air alternatif dinilai penting agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan di daerah tidak terganggu.










