TVRINews, Kuningan
Ratusan warga Dusun Tiga, Desa Cimahi, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Selama lebih dari empat bulan, warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk meringankan beban masyarakat terdampak, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan terus menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
Ratusan warga Dusun Tiga, Desa Cimahi, Kabupaten Kuningan, tampak antusias menyambut bantuan air bersih yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Kuningan. Sejak lebih dari empat bulan terakhir, warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur-sumur yang mengering karena kemarau berkepanjangan.
Dengan membawa ember, jerigen, dan berbagai wadah penampung lainnya, warga secara bergantian mengambil air dari tempat penampungan yang telah disediakan. Bantuan tersebut menjadi harapan bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Salah seorang warga Dadang mengungkapkan, selama kekeringan melanda, masyarakat hanya mengandalkan bantuan air bersih dari berbagai pihak atau terpaksa membeli air isi ulang.
“Selama ini kami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur sudah mengering. Untuk kebutuhan sehari-hari, kami mengandalkan bantuan air atau membeli air isi ulang. Kami berharap bantuan seperti ini terus dilakukan selama musim kemarau,” katanya, dikutip Minggu, 4 Oktober 2026.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Jawa Barat, Nana Sudiana, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke empat kecamatan di Kabupaten Kuningan, dengan total 35 tangki berkapasitas masing-masing 9.000 liter.
Bersama BAZNAS Jawa Barat, penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan bagi masyarakat terdampak kekeringan, khususnya di wilayah Kuningan bagian timur.
Warga berharap bantuan air bersih dari pemerintah maupun berbagai lembaga terus disalurkan selama musim kemarau berlangsung, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi di tengah keterbatasan air bersih.










