TVRINews, Sumedang
Sebanyak 92 desa di 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) digital secara serentak pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Pelaksanaan pemungutan suara ini dipantau langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Dedi meninjau proses pemilihan di TPS 1 Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar sekaligus melihat penerapan teknologi digital dalam pemilihan kepala desa.
Menurut Dedi, penggunaan perangkat digital menjadi salah satu upaya menyesuaikan proses demokrasi dengan perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Teknologi digital yang sudah digunakan masyarakat sehari-hari perlu memberikan manfaat nyata, termasuk dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa," kata Dedi.
Ia menjelaskan, sistem digital menawarkan sejumlah keuntungan, antara lain mengurangi biaya pencetakan surat suara dan mempercepat penghitungan hasil pemilihan.
"Biayanya lebih murah karena tidak perlu mencetak surat suara. Penghitungan juga lebih cepat karena dilakukan secara otomatis," ujarnya.
Dedi berharap penerapan pilkades digital di Sumedang dapat menjadi referensi bagi daerah lain di Jawa Barat, seperti Subang, Cianjur, Ciamis, dan Karawang. Ia juga menilai sistem tersebut berpotensi mengurangi kesalahan dalam pemungutan suara, karena pemilih cukup menyentuh pilihan pada perangkat yang tersedia.
"Sekarang memilih pemimpin tidak perlu dicoblos, cukup menyentuh pilihan di perangkat digital," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pemilih Desa Cibeureum Wetan, Irpan (36), menilai metode digital lebih praktis dibandingkan pemungutan suara menggunakan surat suara.
"Kalau dibandingkan dengan cara biasa, saya lebih memilih cara ini karena lebih praktis," kata Irpan.
Meski demikian, ia menilai pemilih lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan teknologi mungkin memerlukan bantuan. Menurutnya, pendampingan petugas penting agar seluruh warga dapat mengikuti proses pemilihan dengan baik.
Pilkades digital di 92 desa tersebut menjadi bagian dari penerapan teknologi dalam pemilihan pemimpin di tingkat desa.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap metode tersebut dapat diperluas ke daerah lain, dengan tetap memperhatikan aksesibilitas, kemudahan penggunaan, serta kelancaran proses pemungutan dan penghitungan suara.










