TVRINews, Sumedang
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengunjungi rumah duka Muhammad Rifki Renaldi Gunawan di Lingkungan Cipetey, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kunjungan tersebut menjadi bentuk belasungkawa pemerintah atas meninggalnya peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).
Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam kesempatan itu, Dudung menyampaikan duka cita sekaligus mewakili pemerintah untuk memberikan penghormatan kepada almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
"Saya atas nama negara tentunya hadir untuk memberikan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,"kata Dudung.
Dudung mengatakan kepergian Rifki merupakan kehilangan besar bagi bangsa. Menurutnya, almarhum merupakan salah satu generasi muda yang tengah dipersiapkan untuk berkontribusi dalam pembangunan melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
"Kita merasa kehilangan, ini merupakan prajurit terbaik bangsa sedang melaksanakan pendidikan untuk ke depannya adalah tugas mulia dalam rangka membantu mensejahterakan masyarakat,"tambahnya.
Ia mengaku telah berbincang langsung dengan kedua orang tua almarhum. Meski keluarga berusaha mengikhlaskan kepergian putra sulung mereka, rasa kehilangan yang mendalam masih dirasakan.
Selain menyampaikan belasungkawa, Dudung juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.
"Tadi saya sudah berdialog secara langsung dengan orang tuanya. Walaupun mengikhlaskan tetapi merasa kehilangan, itu anak nomor satu. Dan tentunya kami mendoakan semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dilapangkan di dalam kuburnya, dan bapak dan ibunya serta adiknya diberikan kekuatan, ketabahan, keikhlasan,"lanjutnya.
Dalam kunjungan tersebut, Dudung turut menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Bantuan diberikan atas nama Kantor Staf Kepresidenan, disertai santunan dari Pangdam serta bantuan yang sebelumnya telah diterima keluarga.
"Tadi saya memberikan santunan ya atas nama kantor ya, dari Pangdam juga ikut. Dan sebelumnya juga sebagainya, sudah memberikan santunan kepada keluarga korban," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dudung mengungkapkan pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil dalam Program SPPI menyusul insiden tersebut. Salah satu hasil evaluasi adalah mengurangi secara signifikan kegiatan fisik dan mengalihkan fokus pelatihan pada pembekalan manajemen koperasi.
"Nah, ini sudah mulai dievaluasi, sudah berlangsung sehingga kegiatan-kegiatan fisik ini sudah ditiadakan ya, dikurangi semaksimal mungkin dan dititikberatkan kepada bagaimana manajemen perkoperasian karena kan ini calon-calon manajer nanti ya,"tegasnya.
Selain materi pelatihan, pemerintah juga akan menyesuaikan durasi pendidikan. Masa pelatihan yang sebelumnya berlangsung selama dua bulan akan dipersingkat menjadi sekitar satu setengah bulan dengan penekanan pada pembelajaran teori dan praktik manajemen koperasi.
"Waktunya saya mendapat informasi diperpendek, sehingga dipotong waktunya yang tadinya dua bulan menjadi satu bulan setengah. Karena memang ini kan harus dibekali dia sebagai manajer. Nah, pembekalannya mungkin pembekalan secara teoritis, dan praktik tentang manajemen,"pungkas Dudung.
Usai bertakziah, Dudung melanjutkan kunjungan dengan berziarah ke makam Muhammad Rifki Renaldi Gunawan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cijambe, Sumedang.










