TVRINews, Karawang
Keberadaan minyak goreng subsidi merek Minyakita di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, semakin sulit ditemukan. Para pedagang mengaku kelangkaan tersebut disebabkan minimnya pasokan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan pantauan di Pasar Kepuh Kuningan, stok Minyakita di sejumlah lapak pedagang tampak kosong. Tidak menentunya jadwal pengiriman dari Bulog membuat pedagang kesulitan mendapatkan pasokan minyak subsidi tersebut.
Akibat kondisi itu, banyak pedagang memilih menjual merek minyak goreng lain yang lebih mudah diperoleh di pasaran.
Salah seorang pedagang, Yudi Jidiarna, mengatakan kelangkaan Minyakita sudah berlangsung cukup lama. Bahkan jika barang tersedia, pedagang terpaksa membeli dari agen grosir dengan harga yang lebih tinggi.
"Kalau pun ada, kami harus membeli dari agen grosir dengan harga mahal. Akibatnya harga jual ke konsumen menjadi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter," ujar Yudi kepada tvrinews.com pada Minggu, 14 Juni 2026.
Sulitnya memperoleh Minyakita dan tingginya modal yang harus dikeluarkan membuat sebagian pedagang memilih menghentikan penjualan minyak subsidi tersebut. Sebagai alternatif, mereka mengarahkan konsumen untuk membeli minyak goreng curah yang saat ini pasokannya lebih melimpah.
Pedagang lainnya, Nani Kusni, mengaku kondisi pasar saat ini semakin berat karena tidak hanya Minyakita yang langka, tetapi harga sejumlah kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan.
Menurut Nani, kenaikan harga berbagai komoditas berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang terus menurun.
"Stok minyak susah, harga kebutuhan pokok yang lain juga ikut naik. Imbasnya omzet pendapatan kami menurun drastis," ucap Nani.
Para pedagang berharap pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan Minyakita di pasaran. Mereka meminta pasokan minyak subsidi kembali lancar sehingga harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil dan daya beli masyarakat kembali meningkat.










