TVRINews, Cirebon
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level Rp18.000 per dolar AS berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas penukaran valuta asing di Kota Cirebon. Sejumlah gerai money changer mencatat lonjakan transaksi dalam beberapa pekan terakhir.
Di salah satu gerai penukaran uang asing di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, antrean masyarakat terlihat lebih padat dari kondisi normal. Warga hingga pelaku usaha memanfaatkan momentum penguatan dolar untuk menukarkan simpanan valuta asing mereka.
Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah pelaku usaha yang menyimpan aset dalam bentuk dolar AS juga ikut melakukan penjualan. Kondisi ini dinilai sebagai peluang untuk merealisasikan keuntungan dari selisih kurs di tengah pelemahan rupiah.
Kepala Cabang Money Changer Dolarasia Cirebon, Samuel, membenarkan adanya peningkatan signifikan dalam volume transaksi.
“Transaksi penukaran valuta asing meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan kondisi normal,” ujar Samuel, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama meningkatnya aktivitas transaksi di gerai penukaran mata uang tersebut.
Pihak money changer memperkirakan tren peningkatan transaksi masih berpotensi berlanjut, seiring masih tingginya volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar tidak hanya berdampak pada sektor makro ekonomi, tetapi juga langsung memengaruhi perilaku masyarakat dalam mengelola aset keuangan mereka.










