TVRINews - Kuningan
Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Salah satunya terjadi di Dusun Batusipat Mandiri, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cimahi, di mana ratusan warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Truk tangki yang membawa pasokan air bersih disambut antusias oleh warga. Dengan membawa ember, jeriken, hingga galon, mereka bergantian mengisi wadah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Sebanyak 9.000 liter air bersih disalurkan dalam kegiatan tersebut. Namun, tingginya kebutuhan masyarakat membuat seluruh pasokan habis dalam waktu singkat. Kekeringan yang berlangsung selama beberapa bulan menyebabkan banyak sumur warga mengering sehingga akses terhadap air bersih semakin terbatas.
“Sekitar tiga bulan kami kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur di rumah sudah mulai mengering, jadi bantuan ini sangat membantu,” ujar salah seorang warga, Cicih.
Air yang diperoleh dari bantuan tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi, seperti memasak dan minum. Sementara itu, untuk mandi dan mencuci, sebagian warga masih harus menempuh perjalanan menuju sungai yang berada cukup jauh dari permukiman.
Petugas Baznas Kabupaten Kuningan, Muhamad Entus, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai krisis air bersih di sejumlah daerah terdampak kekeringan.
“Hingga saat ini ada dua desa di dua kecamatan yang melaporkan mengalami kesulitan air bersih, yakni di Kecamatan Karangkancana dan Kecamatan Cimahi. Kami akan terus berupaya menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Baznas Kabupaten Kuningan memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau, dengan memprioritaskan wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air.
Warga berharap bantuan tersebut dapat terus berlanjut hingga kondisi kembali normal. Pasalnya, tanpa bantuan air bersih mereka terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang dinilai semakin menambah beban ekonomi keluarga.
Dengan musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung, potensi meluasnya wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Kuningan juga semakin besar. Masyarakat berharap pemerintah bersama berbagai pihak terus memberikan perhatian melalui penyaluran bantuan air bersih agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.









