TVRINews, Pangandaran
Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kembali diguncang gempa bumi pada Sabtu kemarin, 8 Agustus 2026, pada sore hari waktu setempat. Gempa bermagnitudo 4,1 tersebut terjadi pada pukul 16.59 WIB dengan kedalaman 26 kilometer.
Gempa terbaru ini menjadi salah satu rangkaian aktivitas kegempaan yang terjadi di wilayah Pangandaran dalam sepekan terakhir. Sebelumnya juga, gempa dengan kekuatan lebih besar, yakni magnitudo 5,3, mengguncang wilayah tersebut pada Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 21.55 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi mengatakan gempa yang terjadi pada Sabtu sore tidak dirasakan secara signifikan oleh sebagian besar masyarakat.
“Getaran gempa pada Sabtu kemarin tidak dirasakan secara signifikan oleh sebagian besar warga. Kondisinya berbeda dengan gempa pada Rabu malam yang getarannya cukup kuat dan sempat membuat masyarakat panik,” ujar Dodo Kusnadi, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.
Menurut Dodo, berdasarkan pemantauan BPBD, aktivitas gempa-gempa kecil di wilayah Pangandaran mulai lebih sering terjadi sejak Juli 2026. Meski demikian, hingga saat ini BPBD Pangandaran belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun fasilitas umum akibat gempa terbaru. Dodo mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berada di Pangandaran agar tetap tenang, tidak mudah panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, tetapi harus selalu meningkatkan kesiapsiagaan. Mitigasi bencana perlu dilakukan sejak dini untuk menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi,” katanya.
BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan setelah terjadi gempa.
Masyarakat diimbau memahami langkah-langkah evakuasi dan memastikan lingkungan tempat tinggal maupun tempat wisata berada dalam kondisi aman.









