TVRINews, Bandung
Pemerintah Kota Bandung menyegel lokasi kebakaran di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kembali berlangsungnya aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penyegelan dilakukan setelah adanya dugaan aktivitas transit sampah dari luar Kota Bandung yang berlangsung selama berbulan-bulan. Pengamanan lokasi turut melibatkan aparat TNI dan Polri.
Menurut Farhan, pihaknya memperoleh informasi mengenai dugaan transaksi antara pihak yang membuang sampah dengan oknum yang menjaga lokasi tersebut.
“Dugaan transaksi itu ngedrop sampah, terus bayar ke yang jaga. Yang ngedropnya oknum, yang menerimanya juga oknum,” ujar Farhan.
Farhan menegaskan, lokasi tersebut untuk sementara tidak boleh digunakan untuk kegiatan apa pun. Pemilik lahan juga telah dipanggil dan diminta menghentikan seluruh aktivitas di lokasi.
“Tanahnya saya segel dulu, tidak boleh ada apa-apa di sana,” katanya.
Sementara itu, proses pemadaman kebakaran masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga hari. Petugas melakukan pengeboran untuk memasukkan selang air ke dalam tumpukan material, kemudian menyemprotkan air bertekanan tinggi guna memadamkan bara yang masih berada di bagian dalam.
Farhan mengatakan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut sebelumnya juga telah beberapa kali ditemukan dan berupaya dihentikan.
Pemkot Bandung masih menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan dari Dinas Lingkungan Hidup. Jika ditemukan indikasi pelanggaran pidana lingkungan, hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Selain pemadaman, pengawasan di lokasi akan diperketat. Farhan meminta aparat memastikan tidak ada lagi aktivitas keluar-masuk maupun pembakaran sampah secara sembarangan setelah api berhasil dipadamkan.










