TVRINews, Majalengka
Enam desa di empat kecamatan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau. Kepolisian bersama instansi terkait melakukan suplai air secara berkala sekaligus menyiapkan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah satu wilayah yang mengalami kekurangan air bersih berada di Blok Manis, Desa Surawangi, Kecamatan Jatiwangi. Desa tersebut memiliki sekitar 4.960 penduduk dan setiap musim kemarau menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.
Melalui program Jaga Rawat Jawa Barat (Jawara), pembangunan sumur bor dilakukan di Desa Surawangi untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih bagi warga. Pembangunan sumur bor juga telah dilakukan di Desa Kulur, Kecamatan Majalengka.
Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman mengatakan pihaknya akan konsisten membangun sumur bor di sejumlah wilayah sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ini merupakan upaya kami untuk memberikan perhatian dan wujud nyata kepada masyarakat. Saat ini kita ketahui bersama sedang musim kemarau dan terdapat beberapa desa yang mengalami kekurangan air bersih. Insyaallah sumur bor ini dalam waktu dekat akan kami resmikan dengan nama Sumur Bor Merah Putih Jawara dan bisa memberikan manfaat positif bagi masyarakat luas,” ujar Aldy, Jumat, 21 Agustus 2026.
Aldy mengatakan hingga saat ini pembangunan sumur bor telah dilakukan di dua titik, yakni di Desa Kulur, Kecamatan Majalengka, dan Desa Surawangi, Kecamatan Jatiwangi. Ke depan, kepolisian akan terus melaksanakan pembangunan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Surawangi Adnan R. Basara menyampaikan terima kasih kepada Polres Majalengka dan Pemerintah Kabupaten Majalengka atas dukungan dalam mengatasi persoalan air bersih di wilayahnya.
“Alhamdulillah, pada hari ini dilakukan peletakan batu pertama untuk program sumur bor. Mudah-mudahan dengan adanya program ini bisa bermanfaat untuk warga kami semua. Bantuan ini memang sangat dibutuhkan dalam kondisi musim kemarau,” kata Adnan.
Menurut data BPBD Kabupaten Majalengka, terdapat enam desa di empat kecamatan yang secara berkala mendapat suplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau.









