TVRINews, Tasikmalaya
Musyawarah Kota (Mukota) V Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya telah menghasilkan kepemimpinan baru. Muhamad Abdul Karim dipercaya memimpin KADIN Kota Tasikmalaya untuk periode 2026–2031. Berakhirnya Mukota V sekaligus menjadi momentum untuk mengakhiri berbagai dinamika yang mewarnai proses menuju pelaksanaan forum organisasi tersebut.
KADIN Jawa Barat meminta seluruh pihak tidak lagi memperpanjang perbedaan yang muncul selama proses Mukota. Setelah kepemimpinan baru terbentuk, energi organisasi dinilai harus diarahkan pada agenda yang lebih penting, yakni memperkuat dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya.
KADIN Jawa Barat menegaskan bahwa pelaksanaan Mukota V telah berjalan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta ketentuan organisasi yang berlaku.
Dengan terpilihnya Abdul Karim, KADIN Kota Tasikmalaya diharapkan segera memasuki babak baru. Organisasi dituntut mampu menyatukan kembali seluruh elemen dunia usaha yang sebelumnya berada dalam dinamika kontestasi.
Salah seorang perwakilan KADIN Jawa Barat, Agus, mengatakan seluruh pihak yang terlibat dalam proses Mukota pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia usaha dan perekonomian Kota Tasikmalaya.
Ia berharap kepemimpinan Abdul Karim mampu membawa penyegaran sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.
“Harapan besarnya adalah bahwa ketua yang terpilih, Abdul Karim, ini bisa membawa penyegaran untuk memberikan kontribusi,” ujarnya, Minggu, 13 September 2026.
Menurutnya, perbedaan pandangan selama proses Mukota merupakan bagian dari dinamika organisasi yang kini harus diakhiri.
“Dinamika sudah selesai, perbedaan pendapat sudah selesai. Sekarang bagaimana membangun perekonomian Tasik ke depan yang lebih baik,” tegasnya.
Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya sebelumnya berlangsung di tengah sejumlah dinamika, termasuk mundurnya sejumlah pengurus kepanitiaan menjelang pelaksanaan agenda organisasi.
KADIN Jawa Barat kemudian mengambil langkah untuk memastikan pelaksanaan Mukota tetap berjalan hingga akhirnya menghasilkan Abdul Karim sebagai ketua terpilih periode 2026–2031.
Kini, setelah proses kontestasi berakhir, Abdul Karim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama proses pencalonan telah membuka ruang komunikasi dan memberikan dukungan.
Karim menegaskan, mandat yang diterimanya tidak semata-mata merupakan kemenangan personal. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah organisasi yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota KADIN maupun dunia usaha di Kota Tasikmalaya.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membangun komunikasi dan memberikan kepercayaan. Setelah MUKOTA selesai, tidak ada lagi sekat-sekat kontestasi. KADIN harus menjadi rumah bersama,” ujar Karim.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kepemimpinan baru KADIN Kota Tasikmalaya ingin membuka lembaran baru setelah proses Mukota yang cukup dinamis.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan mandat tersebut melalui kerja nyata. KADIN Kota Tasikmalaya dituntut tidak hanya menyatukan kembali internal organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat konkret bagi pelaku usaha serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan demikian, berakhirnya Mukota V bukan menjadi akhir dari dinamika, melainkan menjadi titik awal bagi kepemimpinan Abdul Karim untuk membuktikan komitmennya membawa KADIN sebagai rumah bersama dunia usaha Kota Tasikmalaya.










