TVRINews, Bandung
Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Barat menggelar rapat konsolidasi di salah satu hotel di Kota Bandung. Dalam pertemuan tersebut, pengurus DPW GAPEMBI Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
GAPEMBI berharap kepemimpinan baru di BGN dapat memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan komunikasi dengan para mitra pelaksana, khususnya di Jawa Barat.
Ketua DPW GAPEMBI Jawa Barat, Heri Ukasah, mengatakan pihaknya siap mengawal dan menyukseskan program MBG sebagai salah satu program strategis nasional.
"DPW GAPEMBI Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh dan siap mengawal serta menyukseskan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis yang menjadi pilar utama pemerintahan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto," ujar Heri.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Sudaryono di BGN. Menurutnya, kepemimpinan baru diharapkan dapat membenahi berbagai persoalan sekaligus memperkuat tata kelola program MBG.
"Di bawah kepemimpinan beliau kami optimistis tata kelola Makan Bergizi Gratis ini akan berjalan secara transparan, tepat sasaran, profesional, dan berdampak luas bagi kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia," katanya.
Heri menambahkan, GAPEMBI Jawa Barat siap menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan meminimalkan berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan.
"GAPEMBI Jawa Barat siap menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas dapur SPPG untuk meminimalkan permasalahan yang ada di BGN maupun di SPPG daerah," ujarnya.
Selain itu, GAPEMBI berkomitmen meningkatkan kapasitas profesional para pengusaha mitra serta memperkuat jaringan rantai pasok guna memastikan makanan yang diterima penerima manfaat memenuhi standar mutu, kebersihan, dan kandungan gizi.
Para pengusaha mitra program MBG di Jawa Barat menyambut positif pergantian kepemimpinan di BGN. Mereka berharap aspirasi daerah yang sebelumnya terkendala akibat terbatasnya komunikasi dapat tersalurkan dengan lebih baik.
Langkah Sudaryono yang telah menerima sejumlah asosiasi pada awal masa jabatannya dinilai menjadi sinyal positif bagi terbukanya komunikasi yang lebih intensif antara BGN dan para mitra pelaksana program MBG.









