TVRINews, Bandung
Sebanyak 60 lanjut usia (lansia) dari wilayah Bandung Raya mengikuti lomba baca puisi di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung.
Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan sekaligus menjadi ruang bagi lansia untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas.
Satu per satu peserta tampil membacakan puisi di hadapan penonton. Meski telah memasuki usia senja, para peserta tetap menunjukkan semangat dan penghayatan saat membawakan karya-karya penyair Indonesia.
Dalam perlombaan tersebut, seluruh peserta diwajibkan membacakan puisi Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar. Mereka juga diberi kesempatan membawakan puisi pilihan dari sejumlah penyair Tanah Air.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Perkumpulan Studi dan Aksi Kependudukan Indonesia dengan Sekolah Lansia Sahabat Abadi.
Ketua Pelaksana, Helmansyah Moeis, mengatakan lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi lansia untuk mengekspresikan diri melalui seni dan sastra.
Menurutnya, aktivitas membaca puisi dapat membantu menjaga keaktifan pikiran, meningkatkan kesejahteraan emosional, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat interaksi sosial antarlansia.
“Kami ingin memberikan ruang kepada para lansia untuk tetap berkarya dan menunjukkan kemampuan mereka. Usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar, berkreasi, dan berprestasi. Melalui lomba baca puisi ini, kami juga ingin menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air,” ujar Helmansyah.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kaniasari, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan literasi yang melibatkan kelompok lanjut usia. Ia menilai kegiatan tersebut dapat mendorong lansia tetap sehat, aktif, dan produktif melalui aktivitas positif.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang melibatkan para lansia ini. Melalui literasi dan kegiatan membaca puisi, para lansia memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan potensi, menyalurkan kreativitas, serta menjaga semangat agar tetap aktif dan produktif,” ungkap Dewi.
Dewi berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi, kreativitas, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Melalui lomba tersebut, para peserta menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berkarya. Penampilan mereka juga menjadi bentuk apresiasi terhadap sastra Indonesia sekaligus upaya menumbuhkan semangat nasionalisme.










