TVRINews, Bandung
Kompetisi sepak bola kreatif yang digagas konten kreator lokal, Hesebah League Season 3, tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kompetisi ini dinilai mampu menggerakkan pelaku UMKM, membuka lapangan kerja, hingga menarik kolaborasi dengan Bundesliga Jerman.
CEO Hesebah, Mas Hazard, mengatakan penyelenggaraan kompetisi di Stadion Sudolik yang berkapasitas 5.000 penonton diperkirakan akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekitar. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi pedagang di sekitar venue, Hesebah juga membuka peluang kerja bagi masyarakat dan memberikan ruang bagi talenta baru di industri konten digital.
"Warung-warung di sekitar venue, tempat jual jersey, semua bisa ikut sejahtera. Kami juga membuka lapangan pekerjaan dan memberi kesempatan bagi orang-orang yang ingin berkarier di dunia konten kreator. Manfaatnya sangat jelas untuk masyarakat, khususnya di Bandung," ujar Mas Hazard, Rabu, 29 Juli 2026.
Dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan Hesebah League turut menarik perhatian Bundesliga Jerman. Manager Marketing & Operations APAC Bundesliga, Santino Shepherd, menyebut Indonesia merupakan pasar penting, sementara liga kreatif seperti Hesebah menjadi cara baru untuk menjangkau audiens sepak bola di Tanah Air.
"Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi kami. Berkolaborasi dengan Creative League di Indonesia merupakan langkah yang unik. Melalui kolaborasi ini, Bundesliga dapat menjangkau audiens baru di Indonesia, sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya," kata Santino Shepherd.
Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat industri kreatif berbasis sepak bola sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja, dan memperluas ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.









