TVRINews, Bandung
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Rajiman, Kota Bandung, Selasa siang. Kedatangannya dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat.
Di hadapan para orang tua siswa yang memadati kantor Disdik Jabar, Dedi Mulyadi memanggil sejumlah petugas yang bertanggung jawab terhadap sistem dan aplikasi SPMB. Ia meminta penjelasan terkait berbagai kendala yang dikeluhkan masyarakat selama proses pendaftaran.
Namun, Dedi mengaku kecewa karena petugas yang hadir dinilai tidak mampu menjelaskan secara rinci akar persoalan yang menyebabkan berbagai masalah pada sistem SPMB. Kondisi tersebut membuat Dedi mempertanyakan kesiapan pengelola sistem dalam menangani gangguan yang terjadi di lapangan.
"Saya kecewa sekali karena saat ditanya, petugas teknis di lapangan justru kebingungan. Bagaimana kita bisa memberikan solusi cepat kepada masyarakat kalau pengelola sistemnya sendiri tidak menguasai masalah teknis di lapangan," ujar Dedi di lokasi sidak.
Menurut Dedi, sebagian besar persoalan yang muncul bukan berasal dari aturan penerimaan siswa baru, melainkan dari sisi aplikasi dan sistem teknologi informasi yang digunakan. Karena itu, ia berencana memanggil pihak pengembang aplikasi SPMB untuk meminta penjelasan secara langsung mengenai berbagai kendala yang terjadi.
Sebelumnya, sejak Selasa pagi, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat didatangi banyak orang tua siswa yang mencari solusi atas berbagai kendala pendaftaran SPMB. Keluhan yang disampaikan antara lain akun yang belum terverifikasi, data yang hilang, kesulitan login, hingga persoalan peserta yang tidak lolos pada sekolah tujuan.










