TVRINews, Garut
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ardhy Firdian mengungkapkan, hingga pertengahan Juli 2026, luas lahan sawah yang terdampak kekeringan mencapai 104 hektare. Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan dengan kondisi yang masih tergolong kategori ringan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Garut, wilayah terdampak terluas berada di Kecamatan Selawi seluas 43 hektare, disusul Kecamatan Cibatu 35 hektare, Kecamatan Singajaya 24 hektare, dan Kecamatan Banjarwangi 2 hektare.
Ardhy mengatakan, pemerintah tetap mewaspadai potensi meluasnya dampak kekeringan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
"Seiring berjalannya musim kemarau, tidak menutup kemungkinan kondisi kekeringan bergeser menjadi kategori sedang bahkan berat," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Pertanian telah menyiapkan pompa air milik kelompok tani dan pompa brigade yang ditempatkan di setiap kecamatan, masing-masing sebanyak dua hingga tiga unit.
Pemerintah juga mengoptimalkan sistem irigasi perpompaan yang dibangun pada 2024–2025 dengan memanfaatkan sumber air permukaan maupun sumur tanah dalam.
Pada 2026, Dinas Pertanian menargetkan pembangunan 200 titik irigasi perpompaan yang akan dimanfaatkan kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Garut guna memperkuat ketahanan air saat musim kemarau.
Selain penanganan jangka pendek, pemerintah menyiapkan program penggantian benih bagi petani yang mengalami gagal tanam akibat kekeringan setelah melalui proses asesmen. Petani juga didorong memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk mengurangi risiko kerugian akibat bencana.
Menurut Ardhy, dampak kekeringan saat ini lebih banyak terjadi di wilayah utara Kabupaten Garut. Sementara wilayah selatan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi masih mencatat dampak yang relatif kecil.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perbedaan infrastruktur irigasi, di mana wilayah tengah dan utara telah didukung jaringan irigasi teknis, sedangkan wilayah selatan masih didominasi irigasi tersier yang lebih rentan saat musim kemarau berkepanjangan.










