TVRINews, Majalengka
Sebanyak 98 desa yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berpotensi dan rawan mengalami kekeringan serta krisis air bersih sepanjang musim kemarau tahun ini.
Menanggapi ancaman krisis tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka berkolaborasi dengan PDAM setempat turun tangan mendistribusikan ribuan liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Salah satu lokasi yang mulai merasakan dampak signifikan adalah Dusun Pancurendang Tonggoh, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka. Selama dua bulan terakhir, warga setempat kesulitan mendapatkan air akibat menyusutnya debit mata air yang selama ini menjadi sumber andalan harian.
Kondisi mata air yang berada di belakang musala setempat kini hanya mampu mengeluarkan sedikit air. Akibatnya, warga harus mengatur waktu dan bersiap mengantre sejak dini hari demi menampung air. Warga yang datang terlambat bahkan berisiko tidak mendapatkan alokasi air sama sekali.
Teti, salah seorang warga terdampak di Dusun Pancurendang Tonggoh, mengaku sangat terbantu dengan adanya pengiriman pasokan air bersih tersebut.
"Kami sangat senang ada bantuan air bersih ini, karena selama dua bulan terakhir kondisi mata air terus menyusut dan kami kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Teti, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaeman menegaskan bahwa aksi sosial pendistribusian air bersih ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan akan terus berlanjut menyasar titik-titik rawan lainnya.
"Kami berkolaborasi dengan PDAM untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Kegiatan distribusi air bersih ini akan dilakukan secara berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Majalengka yang membutuhkan selama musim kemarau," tegas AKBP M. Aldy Sulaeman.
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap hemat dalam menggunakan air serta segera melapor jika wilayahnya membutuhkan pasokan air bersih mendesak.










